
Presiden Harapkan Peran Penting D-8

"Saya percaya D-8 dapat memainkan peran yang vital dalam merespon berbagai tantangan yang ada saat ini dengan berpengaruh secara nasional, regional dan global," kata Presiden saat menyampaikan pidato pada forum D-8 di Islamabad, Pakistan, Kamis sore waktu setempat (22/11).
Menurut kepala negara, berdasarkan data yang ada, dibandingkan dekade 1990-an, jumlah masyarakat miskin di dunia menurun namun di sisi lain berbagai krisis ekonomi yang belakangan terjadi membuat sejumlah negara dipaksa bekerja keras menghindari kemunduran ekonomi yang sudah dicapainya.
Agar peran D-8 terus berkembang, Presiden memandang sejumlah hal dapat dilakukan negara-negara anggota organisasi ini.
Pertama, D-8 harus mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas ekonominya atau bila mungkin ditingkatkan, kata Presiden.
"Faktanya, negara-negara anggota D-8 membukukan rata-rata pertumbuhan sekitar enam persen," kata Yudhoyono.
Kedua, D-8 perlu mengeksplorasi kerjasama lebih mendalam untuk meningkatkan konektivitas antarnegara anggota.
"Setiap dari kita harus menginvestasikan hal tersebut tidak hanya di tingkat nasional namun juga di kalangan D-8 melalui pembangunan infrastruktur, turisme, perhubungan udara, perhubungan laut termasuk pelayanan pelabuhan. Kontak antar warga, kebijakan harmonisasi. Sata percaya melalui ini maka akan mendukung kerjasama di D-8," kata Presiden.
Presiden juga mendorong agar ada kerjasama perlindungan sosial diantara negara-negara anggota untuk menghadapi kesulitan ekonomi yang kimi terjadi secara global. Pembangunan dan pengembangangan usaha skala kecil dan menengah juga harus dilakukan sebagai salah satu upaya meningkatkan kerjasama.
"Kita juga harus membangun ketahanan energi dan ketahanan pangan," tegasnya.
Presiden mengatakan dengan mengedepankan sejumlah kerjasama ini maka kerjasama negara-negara di lingkup D-8 akan terus berkembang dan mampu merespon masalah-masalah global yang terjadi saat ini.
(A017*P008/M019)
Pewarta: -
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
