Logo Header Antaranews Jateng

Gubernur: Jateng Siap Hadapi Bencana

Senin, 19 November 2012 12:37 WIB
Image Print
Warga dibantu tim SAR mengevakuasi sejumlah barang berharga milik penduduk saat banjir melanda Kampung Sewu, Solo, Jateng, Rabu (22/2). Banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Solo dan merendam ratusan rumah setelah hujan deras turun selama 12 jam. F

"Saya cek masing-masing wilayah kabupaten/kota dalam rangka menghadapi bencana, itu semuanya sudah disiapkan. Logistik, obat-obatan, dapur lapangan, atau tenda pengungsian sudah disiapkan, mudah-mudahan tidak terjadi bencana yang besar," katanya di Cilacap, Senin.

Gubernur mengatakan hal itu kepada wartawan usai melantik pasangan Tatto Suwarto Pamuji-Akhmad Edi Susanto sebagai Bupati dan Wakil Bupati Cilacap periode 2012-2017 di Pendopo Wijayakusuma Sakti Kabupaten Cilacap.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hingga saat ini masih memiliki sisa alokasi anggaran bencana sekitar Rp50 miliar untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Terkait antisipasi bencana banjir lahar dingin Gunung Merapi, dia mengatakan, saat ini sedang ada pekerjaan pembangunan jembatan di Kali Putih, Kabupaten Magelang, guna mengantisipasi luncuran material pasir dari puncak Gunung Merapi.

"Bagian hulu dan hilir Kali Putih kemarin ditutup. Sekarang sudah saya suruh buka bagian hulu maupun hilirnya untuk mengurangi volume pasir yang akan masuk jembatan lama Kali Putih," katanya.

Menurut dia, hal ini disebabkan jembatan lama Kali Putih hanya mampu dilalui pasir dengan debit 200 meter kubik per detik.

Akan tetapi di jembatan baru Kali Putih, kata dia, mampu dilalui pasir dengan debit hingga 600 meter per detik.

"Itu luar biasa. Jadi, jembatan yang dibuat di Kali Putih itu, dalam rangka memberi kelancaran jalannya luncuran pasir dari atas supaya tidak mengganggu jalan utama Magelang-Yogyakarta," katanya.

Ia menegaskan, hal itu yang sedang dilakukan Pemprov Jateng untuk mengantisipasi luncuran material pasir dari Gunung Merapi.

Bibit mengharapkan pembangunan jembatan baru di Kali Putih dapat selesai awal Desember 2012 karena saat ini pembangunannya sudah mencapai 60-70 persen.

Dengan demikian jika mendadak terjadi hujan, kata dia, tidak akan menimbulkan masalah karena dilebarkan sesuai lebar sungai, yakni 100 meter dan dibuat secara bertahap.

"Lebar 100 meter itu tidak dikerjakan semua, tetapi tahap pertama 40 meter tembus sampai ke pembuangan. Yang 40 meter itu bila terjadi hujan sewaktu-waktu, arus pasir tadi sudah bisa keluar sambil menyempurnakan pelebaran sampai 100 meter. Itu yang sudah dilakukan," katanya.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026