
"Batik Solo Trans" Butuh Integrasi Antardaerah

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Pemkot Surakarta, Yosca Herman Sudrajad mengatakan pihaknya meminta Pemerintah Daerah sekitar Solo untuk menyediakan infrastruktur transportasi pendukung dari BST. "Harus ada sinergitas antara Pemkot Surakarta dengan Pemkab di daerah sekitar Solo," kepada wartawan di Solo, Kamis.
Ia mencontohkan, untuk jalur Koridor satu BST pihaknya harus menjalin kerjasama dengan dua kabupaten, yakni Karanganyar dan Boyolali. Pasalnya, pada koridor satu, BST masuk ke Bandara Adi Sumarmo yang berada di wilayah Boyolali dan melalui Terminal Palur di wilayah Karanganyar.
Sementara, dalam kebijakan umum anggaran (KUA) - prioritas dan plafon anggaran sementara (PPAS) 2013 Pemkot Surakarta juga mengajukan anggaran untuk pengadaan 12 bus rapid transit untuk pembangunan dua koridor baru. Pengadaan satu armada bus membutuhkan anggaran hingga Rp500 juta sehingga jika dikalkulasi dana yang dibutuhkan mencapai Rp6 miliar.
Keberadaan dua koridor baru tersebut nantinya juga akan bersinggungan dengan daerah lain di sekitar Solo. Karena itulah pihaknya ingin menyamakan persepsi dengan Pemerintah Daerah di sekitar Solo dalam penataan transportasi umum.
Pengadaan BST koridor dua direncanakan melintasi rute Kartasura - Gendengan - Kotabarat - Jalan Yosodipuro - Jalan Gajahmada - Palur. Sedangkan BST koridor tiga akan melayani rute dari Jalan Adi sucipto - Manahan - Gendengan - Nonongan - Solo Baru. Dengan demikian pihaknya perlu berkoordinasi dengan kabupaten Sukoharjo dan Karanganyar karena BST melintas di Kartasura dan Solo Baru yang berada di wilayah Sukoharjo dan Palur yang berada di wilayah Karanganyar.
Pihaknya berharap, Pemda sekitar Solo mau mengintegrasikan moda transportasi yang ada di wilayahnya dengan layanan BST. Integrasi yang dimaksudkan terkait dengan rute dan waktu pengoperasian angkutan umum pendukung di wilayah sekitar Kota Solo. "Sehingga harapannya pelayanan angkutan umum yang ada semakin baik dan warga tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi," katanya.
Ia mengatakan Untuk mengelola dua koridor baru tersebut, Dishubkominfo Pemkot Surakarta akan melibatkan seluruh perusahaan otobus (PO) yang memiliki trayek di Kota Solo untuk mengelola operasional BST. Sehingga nantinya seluruh bus kota yang beroperasi di Solo akan diganti sistemnya dengan sistem bus rapid transit (BRT) tersebut. "Pada dasarnya kita siap," ujarnya.
Pewarta: Joko Widodo
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
