
Stok Kulit Hewan Melimpah Pasca-Lebaran Haji

Pasokan kulit kambing pasca-Iduladha 1433 Hijriah memang terus bertambah hingga stoknya melimpah, bahkan mencapai ribuan lembar, kata Yanto (45), pengrajin sungging di kawasan Semanggi Solo, Minggu.
Menurut dia, setiap Iduladha merupakan momen baik untuk mengumpulkan bahan baku kulit untuk usahanya.
"Saya mendapatkan pasokan bahan kulit hewan ternak kambing dan sapi pasca-Idulkurban ini sekitar 3.000 lembar. Padahal, pada hari-hari biasa paling lima hingga 10 lembar saja per hari," katanya.
Ia menjelaskan bahwa perayaan Iduladha adalah momentum untuk mengumpulkan bahan baku kulit karena selain harganya relatif lebih murah, juga mudah mencarinya.
"Jika bahan baku langka, harga sangat tinggi. Harga kulit domba hanya sekitar Rp60 ribu per lembar dan kulit kambing sekitar Rp40 ribu per lembar. Kalau langka, bisa mencapai Rp100 ribu per lembar," katanya.
Menurut dia, bahan-bahan kulit hewan ternak tersebut dapat dibuat industri sungging, misalnya, untuk hiasan dinding wayang kulit atau lainnya.
Hal senada juga dirasakan pengrajin lainnya di Semanggi Pasarkliwon Solo, Catur Aribowo, yang banyak mendapatkan kiriman bahan kulit hewan kurban hingga ribuan lembar.
Menurut Catur Aribowo, pada Idulkurban seperti saat ini, kesempatannya untuk menimbun bahan baku kulit sebanyak-banyaknya untuk kebutuhan industrinya.
"Kami mendapat kiriman bahan kulit kambing dan sapi mencapai 6.000 lembar pasca-Iduladha ini," katanya.
Penimbunan stok tersebut, kata dia, untuk mengantisipasi jika bahan baku langka pada hari-hari biasa karena orang memotong hewan jarang.
"Bahan baku kulit ini akan diproses untuk bahan pembuat alat musik, seperti kendang atau tambur," katanya.
Kulit hewan tersebut, lanjut dia, digarami dan diberi dikapur untuk pengawetan. Bulu sebelumnya dibersihkan, kemudian baru dijemur.
Bahan kulit yang sudah siap dan kering, kata dia, untuk memenuhi pesanan pengrajin alat musik yang menggunakan bahan baku kulit. Setiap lembar kulit itu, bisa laku sekitar Rp250 ribu.
Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
