
Jelang Idul Adha, Kesehatan Hewan Korban Diperiksa
Rabu, 10 Oktober 2012 10:10 WIB

"Tim tersebut sebenarnya sudah kami siapkan sejak menjelang Idul Fitri kemarin dan akan kembali diterjunkan dua minggu sebelum Idul Adha," kata Kepala Disnakkan Purbalingga Hartono di Purbalingga, Rabu.
Menurut dia, tim tersebut akan diterjunkan ke tempat-tempat penjualan hewan kurban di Purbalingga maupun peternak yang akan mengirimkan ternaknya ke luar daerah.
Dalam hal ini, kata dia, hewan kurban yang akan dikirim ke luar daerah harus mendapatkan surat rekomendasi dari Disnakkan.
Lebih lanjut, dia mengatakan, pemeriksaan ditujukan untuk mengetahui kondisi kesehatan hewan kurban secara umum dengan fokus pengamatan kemungkinan mengidap penyakit cacing hati.
"Sesuai surat edaran dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah, kami akan memberikan vaksin terhadap hewan kurban yang diduga menderita cacing hati satu minggu sebelum pemotongan dengan harapan cacing tersebut bisa mati," katanya.
Selain pantauan ke tempat-tempat penjualan hewan kurban maupun peternak yang akan mengirimkan hewan kurban ke luar daerah, kata Hartono, pemantauan juga akan dilakukan di tempat-tempat pemotongan hewan kurban oleh masyarakat.
Oleh karena itu, lanjutnya, Disnakkan akan mengirimkan surat edaran ke seluruh camat di Kabupaten Purbalingga untuk mendata tempat-tempat pemotongan hewan kurban oleh masyarakat.
"Tim kami akan mendatangi tempat-tempat pemotongan hewan kurban yang dilaporkan oleh camat," katanya.
Disinggung mengenai jumlah hewan kurban yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Purbalingga, dia mengatakan, untuk sapi telah disiapkan sekitar 2.500--3.000 ekor, sedangkan kambing sekitar 4.000--5.000 ekor.
Menurut dia, jumlah tersebut diperkirakan mencukupi kebutuhan karena berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya kebutuhnya rata-rata 2.000 ekor untuk sapi dan 3.000 ekor kambing.
"Kalau hewan kurban yang dikirim ke luar daerah, jumlahnya bisa mencapai ribuan ekor," katanya.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
