
Dishubkominfo: Bus Dilarang Gunakan Ban Vulkanisir
Rabu, 8 Agustus 2012 14:40 WIB

"Untuk keselamatan penumpang dan kendaraan, sudah dilakukan sosialisasi, tetapi masih ada yang membandel," kata Kepala Bidang Teknik dan Sarana Prasarana Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Pemkot Surakarta Arif Handoko kepada wartawan di Solo, Rabu.
Hal tersebut bisa dilihat dalam uji petik menjelang arus mudik dan balik Lebaran yang diberlakukan kepada seluruh bus yang masuk di Terminal Bus Tirtonadi Solo, Selasa (7/8) masih ditemukan 24 bus kedapatan menggunakan ban depan vulkanisir, katanya.
Di antara bus tersebut juga didapatkan masa uji kir sudah kedaluwarsa, dari sebanyak 118 bus yang diperiksa, baik jenis antarkota antarprovinsi (AKAP), antarkota dalam provinsi (AKDP), bus dalam kota dan pedesaan.
"Tidak ada toleransi untuk penggunaan ban vulkanisir pada bagian depan. Kondisi ban depan itu risikonya lebih besar. Bus yang melanggar kami tandai dengan cat semprot," kata Arif sambil menambahkan agar bus angkutan Lebaran yang belum mengganti bannya sesuai standar dilarang beroperasi dan diharuskan kembali ke garasi. Penumpang juga segera dialihkan ke angkutan yang lainnya. Sementara untuk uji KIR juga diminta segera diperbarui di Dishubkominfo.
Ia mengatakan, pemeriksaan di terminal tersebut diberlakukan pada seluruh bus yang masuk Terminal Tirtonadi, baik dari trayek mana pun. Sebelum ini, pihaknya sudah pro aktif mengecek kondisi angkutan Lebaran di garasi perusahaan otobus (PO) yang berada di Solo.
"Kami juga libatkan pihak kepolisian untuk pemeriksaan SIM pengemudi dan STNK. Karena kewenangan penindakan ada pada kepolisian," katanya.
Pemeriksaan teknis itu meliputi kondisi ban, penghapus kaca, lampu, sistem kemudi dan sistem rem. Selain itu, perlu diperhatikan pula alat tanggap darurat di dalam bus, seperti pemukul kaca, alat pemadam api ringan (APAR) dan kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Sementara untuk pemeriksaan administrasi meliputi buku uji kir, izin trayek, SIM dan STNK.
Pewarta: Joko Widodo
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
