Logo Header Antaranews Jateng

Rupiah Melemah 35 Poin

Rabu, 18 Juli 2012 10:24 WIB
Image Print
(ANTARA/Eric Ireng)

Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Rabu pagi bergerak melemah 35 poin menjadi Rp9.465 dibanding posisi sebelumnya Rp9.430 per dolar AS.

"Rupiah kembali terdepresiasi pasca-testimoni Ketua Federal Reserve AS yang tidak memberikan indikasi lebih lanjut tentang program stimulus moneter QE," kata pengamat pasar Monex Investindo Futures, Johanes Ginting, di Jakarta.

Ia mengemukakan, kondisi itu memicu penguatan dolar AS di pasar uang. Tidak adanya petunjuk lebih lanjut mengenai QE membuat investor kecewa.

"Tidak ada hal baru yang diutarakan The Fed. Langkah-langkah lanjutan yang belum spesifik jelas mengindikasikan tidak akan adanya ekspansi," katanya.

Ia mengemukakan, pemulihan AS sementara ini masih tertahan oleh krisis utang Eropa dan ketidakpastian seputar kebijakan fiskal AS.

Analis dari Milenium Danatama Sekuritas, Abidin, menambahkan bahwa nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar AS seiring masih cukup kuatnya sentimen negatif di global.

Ia mengatakan, kabar bahwa Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi pertumbuhan ekonomi global masih menjadi salah satu katalis rupiah tertekan. Revisi pertumbuhan ekonomi global itu seiring krisis yang masih terjadi di Uni Eropa (UE) itu dikhawatirkan berdampak ke Asia.

Meski demikian, lanjut dia, pergerakan rupiah masih akan diintervensi oleh BI agar tidak tertekan lebih dalam terhadap dolar AS.
(T.KR-ZMF/A023)



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026