Logo Header Antaranews Jateng

Unsoed dukung program nol sampah plastik di pesisir Cilacap

Selasa, 16 Juni 2026 12:46 WIB
Image Print
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pembahasan Mekanisme Insentif Cerdas yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Cilacap di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Cilacap, Kamis (11/6/2026). ANTARA/HO-Unsoed
Program Insentif Cerdas sangat relevan dengan upaya pengurangan kebocoran sampah plastik ke wilayah pesisir dan laut

Cilacap (ANTARA) - Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam mendukung implementasi Program Insentif Cerdas Menuju Nol Sampah Plastik (Zero Plastic Waste) di wilayah pesisir Kabupaten Cilacap sebagai upaya memperkuat pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan Pusat Biodiversitas dan Maritim Unsoed dalam Focus Group Discussion (FGD) Pembahasan Mekanisme Insentif Cerdas yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Cilacap di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Cilacap, Kamis (11/6).

FGD tersebut menjadi wadah koordinasi multipihak untuk memperkuat upaya pengurangan sampah plastik melalui pendekatan 3R (reduce, reuse, recycle) yang didukung mekanisme insentif cerdas. Program itu dirancang untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat, memperkuat peran bank sampah, meningkatkan keterlibatan dunia usaha, serta membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terukur, partisipatif, dan berkelanjutan.

Kepala Bidang Infrastruktur Kewilayahan dan Perekonomian Bapperida Kabupaten Cilacap Iwan Hasan Ma’arif mengatakan pengelolaan sampah masih menjadi tantangan yang dihadapi daerah tersebut.

"Beberapa persoalan utama yang kami hadapi antara lain masih rendahnya cakupan layanan persampahan, keterbatasan infrastruktur pendukung, serta rendahnya motivasi masyarakat karena sampah masih dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang, bukan sebagai sumber daya yang memiliki nilai manfaat," katanya.

Sementara itu, Project Manager SOLUSI–IKI–SNV Audrie J Siahainenia mengatakan program tersebut mengedepankan pendekatan insentif cerdas guna memperkuat praktik 3R sekaligus membangun kolaborasi yang lebih luas dalam pengelolaan sampah.

Menurut dia, keberhasilan program membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, bank sampah, komunitas lokal, dan berbagai mitra strategis agar tercipta sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, tim Perupadata memaparkan sejumlah rencana kegiatan yang akan diujicobakan di Kabupaten Cilacap, di antaranya coaching clinic pencatatan digital bagi bank sampah, pengembangan dasbor digital, produksi konten edukasi, penguatan Forum CSR, kompetisi video bertema 3R, program penukaran plastik dengan bahan bakar, hingga pengembangan smart dropbox di lokasi strategis.

Mewakili Pusat Biodiversitas dan Maritim Unsoed, Dr Asro Nurhabib menyambut positif program tersebut dan menegaskan kesiapan perguruan tinggi untuk mengambil peran dalam implementasinya.

"Program Insentif Cerdas sangat relevan dengan upaya pengurangan kebocoran sampah plastik ke wilayah pesisir dan laut. Kami siap berkolaborasi melalui kajian ilmiah, edukasi masyarakat, pendampingan teknis, serta pemantauan lingkungan untuk mendukung keberhasilan program ini," katanya.

Menurut dia, pengelolaan sampah plastik tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan daratan, juga berpengaruh langsung terhadap keberlanjutan ekosistem sungai, pesisir, laut, dan keanekaragaman hayati.

Oleh karena itu, kata dia, keterlibatan perguruan tinggi menjadi penting dalam memperkuat basis data, riset, inovasi, serta model kolaborasi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah.

Melalui FGD tersebut, para pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam membangun tata kelola sampah plastik yang lebih inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Program Insentif Cerdas juga diyakini menjadi salah satu langkah strategis untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah, dari sekadar limbah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan ekologis.



Pewarta:
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026