
Diminati Mahasiswa, Peternak Kembangkan Tikus Putih

"Budidaya tikus putih ini digunakan untuk hewan percobaan mahasiswa farmasi di daerah setempat," kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Anang Budi Utomo yang terlibat aktif dalam pengembangan Kelurahan Nongkosawit sebagai Desa Wisata ditemui di Semarang, Rabu.
Anang menjelaskan peternak mampu mengirimkan tikus putih ke Kalimantan dan Sumatera rata-rata 500 ekor per bulan.
"Hasil evaluasi terakhir, konsumen menghendaki tikus hidup di ruang dengan suhu yang dapat diatur atau menggunakan AC. Sementara saat ini peternak di Kelurahan Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati ini tidak mengunakan AC dengan asumsi daerahnya sudah sejuk," katanya.
Akan tetapi dengan adanya evaluasi terakhir yakni konsumen yang menghendaki ruangan tikus ber-AC tersebut, lanjut Anang, peternak setempat telah mempertimbangkannya.
"Sebenarnya budidaya tikus putih ini menjanjikan karena sangat cepat berkembangbiaknya," katanya.
Dalam waktu tiga bulan, satu tikus mampu beranak hingga 15 ekor. Induk siap kawin berumur 70 hari.
Model pembiakan, dalam satu wadah diisi satu pejantan dan empat induk betina. Bayi lahir setelah tiga minggu dalam kandungan. Seusai menyusui, induk bisa dikawinkan lagi.
"Budidaya tikus putih ini akan terus dikembangkan seiring dengan Kelurahan Nongkosawit dijadikan sebagai Desa Wisata," demikian Anang Budi Utomo.
Masyarakat Kelurahan Nongkosawit menghendaki pada tanggal 9 bulan September 2013 sudah dapat menerima kunjungan wisatawan dengan sejumlah potensi yang dimiliki daerah setempat mulai dari adanya perkebunan durian, rambutan, dan buah naga. Kemudian peternakan sapi, kambing, ayam, dan tikus putih.
Pewarta : Nur Istibsaroh
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
