
PG Rendeng Dilengkapi Kamera CCTV

"Kamera CCTV yang terpasang sebanyak tujuh unit, yang tersebar di sejumlah titik strategis," kata Administrator PG Rendeng Kudus Teguh Agung Tri Nugroho di Kudus, Kamis.
CCTV tersebut di antaranya dipasang di meja tebu, tempat penimbangan, bongkar tebu, analisa, pabrik bagian tengah, lorong gula, dan bagian gudang.
Dengan CCTV tersebut, dia berharap, kepercayaan mitra PG Rendeng terutama petani semakin bagus, karena bisa melihat secara langsung lewat layar monitor proses produksi tanpa ada hal-hal yang disembunyikan.
"Petani maupun pihak lain yang memang memiliki kepentingan terhadap PG Rendeng, bisa mengecek proses awal bongkar muatan tebu hingga menjadi gula," ujarnya.
Selain itu, PG Rendeng juga dilengkapi alat Analisa Rendemen Individu (ARI) untuk mendukung transparasi perhitungan rendemen.
Dengan alat modern tersebut, petani maupun semua pihak bisa mengecek tingkat rendemen tebunya lewat layar monitor yang disediakan di kantor instalasi.
Ia berharap, kelengkapan tersebut semakin meningkatkan kepercayaan petani terhadap PG Rendeng, sehingga target produksi gula tahun ini sebesar 254.586 kuintal bisa tercapai.
Kamera CCTV tersebut merupakan respons PG Rendeng terhadap permintaan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kudus agar di sejumlah lokasi strategis dilengkapi kamera CCTV.
Ketua APTRI Wilayah PG Rendeng Kudus Kuslan, membenarkan, adanya permintaan kamera CCTV di sejumlah kawasan pabrik untuk meningkatkan kepercayaan petani karena didukung transparansi dalam pelayanan.
"Transparansi penghitungan rendemen tebu memang diharapkan petani, karena menyangkut nilai jual tebu. Semakin tinggi tingkat rendemen tebu, maka semakin mahal harga jual tebunya, sehingga petani tertarik menyetorkan tebu ke PG Rendeng karena penghitungannya dilakukan secara transparan," ujarnya.
Jumlah tebu yang akan digiling pada musim giling tahun ini, sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sebanyak 3,54 juta kuintal.
Bahan baku tebu berasal dari Kabupaten Demak, Kudus, Jepara, Pati, Blora, dan Rembang dengan target luas areal tanaman tebu sekitar 6.000 hektare.
Target pencapaian rendemen tebu pada periode giling tahun ini, diharapkan bisa mencapai 7,1 atau lebih tinggi dari realisasi target musim gilinga sebelumnya hanya 6,02.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Kliwon
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
