
Ribuan Nelayan Terancam Kekurangan Pasokan Solar

"Bulan ini, PBB (stasiun pengisian bahan bakar bunker) yang dikelola KUD mendapat kuota solar sebanyak 832 kiloliter," kata Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Mino Saroyo Cilacap Untung Jayanto di Cilacap, Kamis.
Akan tetapi hingga 14 Mei, kata dia, kuota yang ditebus telah mencapai 600 kiloliter sehingga hanya tersisa 232 kiloliter.
Menurut dia, jumlah sebesar 232 kiloliter tersebut diperkirakanhabis dalam pekan ini. "Kemungkinan tidak bisa mencukupi kebutuhan hingga akhir bulan," kata dia.
Menurut dia, hal itu berdasarkan pengalaman April yang mendapat tambahan kuota sebanyak 152 kiloliter yang diambilkan dari kuota bulan yang belum disalurkan.
Ia mengatakan, penambahan dilakukan Pertamina karena kuota solar untuk nelayan Cilacap telah habis sebelum akhir bulan.
"Kami sebenarnya telah selektif dengan memprioritaskan solar untuk nelayan kecil," katanya.
Oleh karena banyaknya perahu dan kapal yang melaut, kata dia, alokasi solar yang telah ditebus hingga pertengahan Mei mencapai 600 kiloliter.
Menurut dia, pihaknya telah beberapa kali mengajukan penambahan kuota solar bagi nelayan kepada Pertamina, namun hingga sekarang belum terealisasi.
"Kami khawatir jika tidak ada tambahan pasokan dan nelayan kesulitan mendapatkan solar, mereka akan demo," katanya.
Ia mengakui, KUD tidak bisa berbuat banyak karena hanya menyalurkan solar sesuai kuota yang telah ditetapkan selama 2012.
Terkait hal itu, dia mengharapkan ada penambahan kuota sehingga nelayan tidak kesulitan mendapatkan solar.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
