
Sekolah Vokasi Undip luncurkan platform "Halo Dekan"

Semarang (ANTARA) - Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip) secara resmi meluncurkan platform layanan mahasiswa bernama “Halo Dekan” dalam kegiatan sosialisasi yang berlangsung pada 5 Desember 2025 di kampus Sekolah Vokasi Undip.
Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, ketua program studi, dosen, tim IT, mahasiswa, serta narasumber dari industri teknologi dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Dekan Sekolah Vokasi Undip Prof Dr Ir Budiyono MSi mengatakan, Platform “Halo Dekan” dirancang untuk menjadi kanal komunikasi resmi yang memungkinkan mahasiswa menyampaikan berbagai permasalahan akademik maupun non-akademik secara cepat, mudah, dan responsif.
Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya Sekolah Vokasi Undip untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, humanis, dan proaktif dalam menangani kesejahteraan mahasiswa.
Menurut Dekan SV Undip, mahasiswa saat ini menghadapi tantangan multidisipliner, yakni mulai dari permasalahan akademik, tekanan finansial, kesehatan mental, dinamika keluarga, hingga kecemasan mengenai masa depan.
“Masalah-masalah ini tidak bisa lagi dihadapi dengan mekanisme administratif yang pasif dan lambat. Kampus harus hadir lebih cepat, lebih tanggap, lebih empatik,” ujar dekan.
Platform “Halo Dekan” menjadi sarana strategis agar mahasiswa dapat menyampaikan kendala akademik, potensi keterlambatan kelulusan, masalah psikologis, konflik keluarga, dan aspirasi kampus. Filosofi platform ini sederhana: “Mahasiswa tidak boleh berjalan sendirian.”
Salah satu fitur kunci dari platform ini adalah chatbot berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan umum seputar layanan mahasiswa Sekolah Vokasi, termasuk prosedur akademik, akses fasilitas, dan bantuan keuangan. Dengan fitur ini, mahasiswa dapat memperoleh informasi secara real-time tanpa menunggu jam layanan administrasi.
Chatbot juga menjadi solusi awal sebelum laporan ditangani oleh tim pendamping atau pimpinan, sebagai langkah awal menuju ekosistem kampus digital cerdas di UNDIP.
Peluncuran platform ini melibatkan sinergi dengan berbagai pihak, yakni PT Ding Kloud Indokarya – diwakili oleh Robby dan Antonius Bagus, yang memaparkan aspek teknis terkait keamanan data, integrasi sistem digital, dan user experience.
Juga Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Agustina Tuty, S.Sos., M.I.Kom (Pranata Humas Ahli Muda) dan Widi Jatmoko (Pengelola platform Lapor Gub Jateng), yang berbagi pengalaman tentang manajemen pengaduan publik dan transparansi layanan.
Dekan menegaskan bahwa Halo Dekan bukan sekadar layanan digital. “Ini bukan sekadar platform teknologi, ini adalah perubahan budaya layanan. Di balik sistem, harus ada empati dan keberanian untuk bertindak cepat,” jelasnya.
Platform ini diharapkan menjadi instrumen strategis untuk mencegah keterlambatan kelulusan, putus studi, tekanan mental, dan hilangnya potensi mahasiswa.
Dengan integrasi teknologi, layanan psikososial, data akademik, dan kolaborasi lintas lembaga, Sekolah Vokasi Undip optimistis bahwa Halo Dekan dapat berkembang menjadi model nasional layanan kesejahteraan mahasiswa vokasi di Indonesia, sejalan dengan visi kampus vokasional berkelas dunia pada periode 2026–2030.
Platform Halo Dekan diharapkan menjadi simbol kepedulian, keterbukaan, keberanian, dan tanggung jawab moral kampus dalam mendampingi perjalanan akademik generasi muda. “Kampus tidak hanya bertugas mencetak lulusan siap kerja. Kampus bertugas menjaga masa depan manusia muda,” tutup Dekan.
Seperti diketahui, Sekolah Vokasi Undip merupakan unsur pelaksana setingkat fakultas dengan 11 program studi vokasional yang tergabung dalam 4 departemen.
Departemen dimaksud antara lain Departemen Teknologi Industri, Sipil dan Perencanaan, Informasi dan Humas, serta Bisnis dan Keuangan.
Sekolah Vokasi Undip memiliki komitmen membangun ekosistem pendidikan vokasional yang unggul, relevan, dan berdampak bagi masyarakat.
Pewarta : Rilis
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
