Logo Header Antaranews Jateng

Solar jadi Bom Waktu bagi Nelayan

Kamis, 26 April 2012 15:35 WIB
Image Print
Ilustrasi sejumlah nelayan mengisi bahan bakar minyak (BBM) Solar. (FOTO ANTARA/Septianda Perdana)

"Kemarin (Rabu, red.) petang telah masuk tambahan pasokan sebanyak 16 kiloliter dari 150 kiloliter yang direncanakan hingga akhir April, sehingga SPBB (stasiun pengisian bahan bakar bunker) dapat melayani kebutuhan solar bagi nelayan," kata Untung, di Cilacap, Kamis.

Akan tetapi, kata dia, pihaknya mengkhawatirkan pasokan solar pada bulan-bulan mendatang tidak mencukupi kebutuhan nelayan karena tetap berpatokan pada kuota yang telah ditetapkan.

Menurut dia, jumlah pasokan solar yang akan dikirim Pertamina pada bulan Mei sesuai kuota yang telah ditetapkan sama seperti bulan April, yakni sebesar 832 kiloliter.

"Saat ini memang selesai, tetapi saya masih khawatir apakah bulan-bulan mendatang kuota yang telah ditetapkan masih akan mencukupi. Kalau tidak cukup, tentu akan jadi bom waktu," kata dia menegaskan.

Jika tidak mencukupi, kata dia, pihaknya akan menyerahkan kembali permasalahan tersebut kepada nelayan dan Pertamina.

Salah seorang nelayan di Cilacap, Nariman (63), mengatakan nelayan kecil dan menengah telah bisa membeli solar di SPBB Minarahardja yang dikelola KUD Mino Saroyo di kompleks Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC).

"Alhamdulillah, saya bisa mendapatkan solar sebanyak dua ton (dua kiloliter, red.) untuk kapal saya yang berbobot 30 GT (gross ton)," katanya.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026