Logo Header Antaranews Jateng

Bupati: Cek Temuan Batu Bersejarah

Kamis, 5 April 2012 12:15 WIB
Image Print
antarafoto.com

"Kami minta dinas terkait mengecek ke lokasi, dan mereka harus menggandeng dengan perguruan tinggi mengenai benda cagar budaya di wilayah Boyolali untuk dilakukan pengkajian," katanya di Boyolali, Jawa Tengah, Kamis.

Menurut bupati, jika Disparbud bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk melakukan penelitian soal benda cagar budaya di wilayah Boyolali, maka ada negosiasi kajian akademisnya.

"Mereka dengan dibimbing oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3), maka hal itu dapat dibuat Peraturan Daerah (Perda) soal pelestarian cagar budaya," katanya.

Menurut dia, di Boyolali soal benda cagar budaya masih sebatas dengan menggunakan peraturan Bupati dan belum di-Perda-kan.

"Pemkab dapat perdakan benda cagar budaya, jika ada surat negosiasi dari akademisi dan PB3," katanya menegaskan.

Kendati demikian, bupati berharap warga yang menemukan benda yang diduga masuk benda cagar budaya tersebut segera melaporkan ke pemerintah desa dan dilanjutkan ke dinas terkait untuk ditindak lanjuti.

Warga lereng Merapi menemukan sejumlah batu diduga situs bernilai sejarah berbentuk kotak dan menyerupai stupa tertimbun tanah di Dusun Salaran, Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Menurut Sarju (52) warga Desa Jrakah, sejumlah batu yang ditemukan di lahan milik Suladi (55) tersebut diduga seperti bagian dari sebuah candi.

Menurut Kepala Desa Jrakah Tumar, lokasi penemuan sejumlah batu bernilai sejarah tersebut diduga merupakan kompleks berdirinya sebuah candi. Ada lima batu berbentuk kotak seperti untuk dinding sebuah gapura candi, sedangkan satu batu lainnya yang menyerupai stupa diduga puncak dari gapura candi.

Namun, pihaknya tidak mengetahui berapa luas dari lokasi yang diduga daerah kawasan candi tersebut.
Hal tersebut sama terjadi warga Kampung Watutelenan, Kelurahan Pulisen, Boyolali Kota, bebera waktu lalu, menemukan batu besar yang memiliki bentuk simetris diduga benda cagar budaya.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Boyolali Sugiyanto, pihaknya tidak bisa memastikan penemuan tersebut, karena hal itu penentuan adalah kewenangan BP3.

Pihaknya sifatnya hanya memilihara, pengamanan, dan koordinasi dengan kepolisian. Batu tersebut akan dibawa BP3 untuk penelitian.



Pewarta:
Editor: Zuhdiar Laeis
COPYRIGHT © ANTARA 2026