Magelang (ANTARA) - Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergandengan tangan dalam upaya mencegah stunting di daerah itu.
“Masalah stunting menjadi tanggung jawab bersama, butuh kepedulian bersama. karena menyangkut masa depan anak-anak kita,” katanya saat menghadiri kegiatan Forum Wali Kota Merangkul di Balai Kelurahan Tidar Selatan, Kecamatan Magelang Selatan di Magelang, Senin.
Ia mengatakan pencegahan dan penanganan stunting bukan hanya urusan pemerintah, akan tetapi tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh warga.
Pemerintah Kota Magelang meluncurkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) pada Agustus lalu. Program ini merupakan inisiatif masyarakat yang peduli terhadap tumbuh kembang anak sekaligus rangkaian upaya menekan angka stunting di Kota Magelang.
Baca juga: Cegah tengkes, PKK Kota Magelang perkuat program Genting
Menurut dia, respons masyarakat terhadap Genting positif.
“Ini luar biasa, karena lahir dari gerakan mandiri masyarakat. Saya berharap angka stunting di Kota Magelang bisa segera ditekan,” katanya
Saat ini, tercatat sekitar 570 balita stunting di Kota Magelang dengan faktor penyebabnya, antara lain pernikahan dini dan kondisi ibu hamil yang belum memenuhi syarat kesehatan.
Pemkot Magelang terus melakukan intervensi langsung melalui berbagai program, antara lain pemberian makanan tambahan (PMT) secara intensif selama enam bulan bagi balita dan ibu hamil di posyandu, suplementasi vitamin penambah darah bagi remaja putri, sosialisasi dan edukasi diberikan kader kesehatan kepada masyarakat.
“Selain itu, saya mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. Pantau tetangga yang sedang hamil, pastikan mendapat layanan kesehatan. Saya juga meminta kader agar terus aktif melakukan sosialisasi,” katanya.
Baca juga: Bank Jateng dukung program GENTING di Magelang
Baca juga: Dinkes Kota Magelang tangani stunting dengan intervensi konvergensi

