
Bupati Temanggung gelar sayembara produktivitas cabai 2025-2026

Temanggung (ANTARA) - Bupati Temanggung Agus Setyawan menyelenggarakan sayembara produktivitas tanaman cabai 2025-2026 bagi para petani di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
"Hadiah saya pakai uang pribadi, karena keprihatinan saya anak petani maka pada lomba ini tidak mau membebani APBD," katanya di Temanggung, Selasa.
Ia menyampaikan, mengapa muncul sayembara ini karena salah satu program dalam kepemimpinannya adalah diversifikasi ekonomi.
"Jadi diversifikasi ekonomi ini salah satunya adalah tanaman cabai karena cabai Temanggung saat ini di pasar Indonesia sudah relatif punya nama, dikenal karena ketahanan cabainya bagus, tingkat pedasnya juga luar biasa, tetapi apa pun semuanya harus kita dasari bagaimana caranya harga pokok produksi petani untuk tanaman cabe ini bisa diminimalisir," katanya.
Ia berharap dengan sayembara ini dapat mencari upaya teknik bagaimana bisa menanam cabai, SOP tanam cabai yang baik, menanam cabai dengan murah tetapi hasilnya maksimal.
Ia menyebutkan, kriteria dalam lomba ini satu batang cabai bisa berproduksi sekitar dua kilogram , tetapi ditanam konvensional, di lahan terbuka.
"Harapannya menangnya nanti satu pohon bisa berproduksi sekitar dua kilogram, hal ini akan mengurangi banyak beban produksi para petani. Nanti kita kerahkan penjurian pada Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung," katanya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto menyampaikan rata-rata sekarang satu pohon cabai menghasilkan 0,8 kilogram.
"Bupati menghendaki produktivitas itu digenjot sampai dua kilogram per pohon, kami menyadari itu satu hal yang berat , tetapi prinsipnya kami berusaha kalau tidak sampai dua kilogram paling tidak bisa di atas satu kilogram," katanya.
Ia menyampaikan dalam kegiatan ini sebanyak 192 peserta ikut mendaftar lomba itu.
Baca juga: Bupati Temanggung siapkan hadiah bagi tanaman cabai produktif
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
