Logo Header Antaranews Jateng

Ketua PKK Jateng: Duta GenRe berperan edukasi remaja

Selasa, 29 Juli 2025 08:17 WIB
Image Print
Apresiasi Duta Berencana (GenRe) Tingkat Provinsi Jateng. (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

Semarang (ANTARA) - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin menegaskan Duta Generasi Berencana (GenRe) berperan dalam memberikan pesan-pesan edukasi kepada kelompok remaja.

"Ada tiga hal yang menjadi fokus. Pertama adalah mencegah pernikahan anak, kedua adalah menjauhi Napza, kemudian untuk merencanakan pendidikan dan keluarga," katanya, di Semarang, Senin.

Hal tersebut disampaikan istri Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen saat Apresiasi Duta GenRe Tingkat Provinsi Jateng yang digelar Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jateng.

Menurut dia, Duta GenRe adalah para remaja pilihan yang memiliki ide dan program kreatif yang diharapkan dapat mengatasi tantangan remaja, seperti pernikahan usia dini dan penyimpanan seksual.

"Tantangannya adalah pernikahan anak tinggi, adanya penyimpanan seksual, yang kemudian Duta Genre ini diharapkan bisa menyosialisasikan kesehatan reproduksi," katanya.

Ia juga meminta agar program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R) terus dikembangkan.

Lewat PIK R, kata dia, para Duta GenRe berperan sebagai konselor sebaya yang aktif memberikan dukungan kepada teman-temannya saat menghadapi berbagai masalah.

Selain menjadi konselor, Nawal juga meminta Duta GenRe ikut menyukseskan program Quick Win yang dicanangkan oleh BKKBN.

"Diharapkan, Duta GenRe di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah bisa memenuhi program-program yang sudah disusun, bisa menjadi konselor sebaya yang baik, terus menyukseskan Quick Win dari BKKBN," katanya.

Sementara itu, Direktur Direktorat Bina Ketahanan Remaja Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN RI Edi Setiawan mengatakan kelompok remaja saat ini menghadapi tantangan yang begitu kompleks.

Tidak hanya maraknya pernikahan usia dini, seks pranikah, dan kecanduan narkotika, kata dia, fenomena adiksi terhadap gawai juga butuh perhatian serius karena berdampak pada kesehatan mental remaja.

Menurut dia, para remaja saat ini lebih dekat dengan gawainya dibandingkan dengan orang tuanya sehingga para orang tua harus bisa menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi anak-anaknya.

"Jadikanlah rumah sebagai ruang aman dan nyaman bagi anak bapak ibu sekalian untuk tumbuh dan berkembang. Kalau tidak punya rumah mereka akan mencari rumah di tempat-tempat lain," katanya.

Tampil sebagai juara pertama Duta GenRe 2025 dari kategori putra, Arya Fatikh Izzan Juweri (Kabupaten Tegal), juara kedua Rafi Zahid (Kabupaten Sragen), dan juara ketiga Cielo Octaviano (Kota Salatiga).

Sedangkan dari kategori putri, juara pertama diraih Naura Ade’ Putri (Kota Surakarta), juara kedua Kireina Aqiila Al Kamil (Kabupaten Tegal), dan juara ketiga Cinta Aurellia Zulfa (Kabupaten Jepara).

Baca juga: Ketua PKK : Kader perlu kuasai "digital marketing"



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026