
Pemprov Jateng sediakan layanan CKG bagi siswa di sekolah

Kudus (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) bakal menyediakan layanan cek kesehatan gratis (CKG) bagi para siswa di sekolah melalui program dokter spesialis keliling (Spelling).
"Pada tahun ini juga disediakan layanan cek kesehatan gratis melalui program dokter spesialis keliling (Spelling) untuk para siswa di sekolah," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin saat meninjau pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di SMK Negeri 1 Kudus, Rabu.
Ia mengatakan layanan tersebut dihadirkan di sekolah untuk screening kesehatan. Khususnya untuk edukasi memerangi stunting atau tengkes, serta pendampingan psikologis.
"Yang paling utama itu pencegahan stunting, dan yang kedua menghadirkan psikolog," ujarnya.
Kehadiran psikolog di sekolah, kata dia, bertujuan pendampingan siswa-siswi supaya tidak ada kekerasan atau bullying di sekolah.
Taj Yasin yang akrab disapa Gus Yasin itu mengatakan di setiap sekolah terdapat guru bimbingan dan konseling (BK).
"Guru BK ditekankan agar tidak luput dalam melakukan screening atau monitoring kepada siswa-siswi," ujarnya.
Selain itu, kata dia, guru BK nantinya juga digabungkan atau dikolaborasikan dengan Dinas Kesehatan atau dengan rumah sakit yang memiliki psikolog. Sehingga ketika ada permasalahan itu bisa kita tangani dengan baik.
Sebagai informasi, berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jateng per tanggal 10 Juli 2025, program spelling sudah terlaksana di 253 desa dengan total sasaran 25.164 jiwa.
Skrining kesehatan meliputi penyakit TBC sebanyak 5.790 orang, kanker serviks 1.851 orang, ANC ibu hamil 4.228 orang, kesehatan jiwa 5.345 orang, tekanan darah 12.328 orang, gula darah 11.534 orang, payudara (sadanis) 1.700 orang dan kusta 497 orang.
Dalam kesempatan itu, Taj Yasin juga mengajak para siswa untuk menciptakan suasana sekolah yang harmonis.
"Harus saling kenal antar temannya. Kalau ada temannya yang rajin, bisa ditemani untuk saling belajar. Membangun satu kesatuan, jurusan apapun harus dikoordinasikan. Nilai kebangsaan dimunculkan," ujarnya.
Ia juga langsung mengecek sejumlah laboratorium untuk mengetahui kesiapan-kesiapan media pembelajaran di sekolah vokasi tersebut.
"Secara keseluruhan, laboratorium sudah oke. Tinggal komputernya yang belum. Nanti diupgrade komputernya supaya bisa menunjang pendidikan siswa-siswi yang ada di sekolah SMK Negeri 1 Kudus," ujarnya.
Baca juga: Presiden Prabowo luncurkan trisula pengentasan kemiskinan
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
