
Produksi Padi Diperkirakan Meningkat
Minggu, 26 Februari 2012 07:39 WIB

"Tahun lalu memang ada pergeseran musim tanam mundur, sehingga panennya ada di 2012 ini. Insya Allah, pemerintah sudah memutuskan untuk meningkatkan HPP (harga pembelian pemerintah, red.)," kata Suswono kepada wartawan usai acara Rembug Tani, di Sidareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu petang.
Mentan mencontohkan harga beras yang sebelumnya Rp5.060 per kilogram, dalam HPP baru menjadi Rp6.600 per kilogram.
"Sudah diputuskan, tetapi katanya, Bulog belum menerima SK-nya atau Inpres-nya. Nanti saya cek lagi, karena ini sudah diputuskan," kata dia menegaskan.
Suswono mengaku optimistis produksi padi tahun 2012 dapat meningkat.
"Mudah-mudahan peningkatannya sekitar empat persen dari tahun lalu," katanya.
Disinggung kemungkinan masih akan impor beras, dia mengatakan, impor merupakan sesuatu yang berbeda dengan produksi.
Menurut dia, impor ada kaitannya dengan stok beras di Bulog.
"Bulog ini instrumennya HPP. Kalau harga di pasar di atas HPP, alasan Bulog tidak bisa beli karena dipatok boleh beli berdasarkan HPP," kata Suswono.
Dengan demikian jika harga beras tidak pernah menyentuh HPP, kata dia, akhirnya gudang Bulog kosong terus karena tidak pernah ada pemasukan.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
