Wapres minta Bio Farma percepat produksi vaksin COVID-19

id Wapres,Ma'ruf Amin,vaksin COVID 19,Bio Farma,Sinovac,G42

Wapres minta Bio Farma percepat produksi vaksin COVID-19

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyimak paparan terkait kemajuan proses produksi vaksin COVID-19 oleh PT Bio Farma di rumah dinas wapres di Jakarta, Kamis (27/8/2020). ANTARA/Asdep Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Setwapres

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta PT Bio Farma mempercepat produksi vaksin COVID-19 sebagai upaya paling efektif dalam penanggulangan pandemi.

"Saya berharap, terutama dalam produk vaksin, saya minta supaya lebih cepat karena situasi memang sangat membutuhkan. Maka, satu-satunya upaya penanggulangan COVID-19 ini adalah dari vaksin," kata Wapres Ma'ruf Amin saat melakukan sambungan telekonferensi dengan direksi PT Bio Farma di Jakarta, Kamis.

Tingkat penularan COVID-19 yang masih cukup tinggi di Indonesia terjadi karena masih banyak masyarakat tidak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, kata Ma'ruf.

Baca juga: Erick: 15 juta orang bisa dapat vaksin COVID-19 pada akhir 2020

Selain itu, tambahnya, upaya lain yang diterapkan Pemerintah saat ini juga belum secara signifikan menekan angka penyebaran COVID-19.

"Melalui upaya-upaya protokol kesehatan, melalui upaya-upaya penanggulangan yang lainnya juga masih belum efektif. Sebab, ternyata untuk penyembuhan sudah mulai baik, tetapi penularan masih cukup tinggi," jelasnya.

Oleh karena itu, Wapres Ma'ruf secara langsung meminta Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir untuk mempercepat proses produksi, termasuk juga proses sertifikasi halal atas vaksin COVID-19.

Sementara itu, Honesti mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait proses sertifikasi halal terhadap vaksin buatan dalam negeri tersebut.

"Kami akan ikuti semua arahan Pak Wapres. Apa pun nanti progresnya, kami akan segera koordinasikan dengan tim dari MUI," kata Honesti dalam sambungan telekonferensi tersebut.

PT Bio Farma bekerja sama dengan perusahaan farmasi asal China, Sinovac, dan juga perusahaan asal Uni Emirat Arab (EUA), G42, untuk memproduksi vaksin COVID-19.

Sinovac akan menyediakan bahan baku sebanyak 20 juta dosis pada akhir 2020 dan 250 juta dosis pada 2021 untuk produksi vaksin COVID-19 di Indonesia. Vaksin dengan bahan baku dari China tersebut sedang menjalani tahap uji klinis tahap ketiga di Bandung, Jawa Barat.

Sementara G42 akan menyediakan bahan baku untuk 10 juta dosis pada Desember 2020 dan 50 juta dosis pada kuartal pertama 2021.

Baca juga: Erick Thohir: Pemerintah berencana berikan vaksin COVID-19 gratis

Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar