Logo Header Antaranews Jateng

Wapres minta Baznas jalin kerja sama dengan negara lain

Senin, 4 Maret 2019 23:24 WIB
Image Print
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memberikan arahan dalam acara pembukan Rakornas Zaka 2019 oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Pendepi Gedhe Balai Kota Surakarta, Senin malam. (Foto:Bambang Dwi Marwoto)

Solo (ANTARA) - Wakil Presiden Jusuf Kalla minta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menjalin kerja sama di bidang zakat dengan negara Islam lain.

"Kami berharap Baznas bisa mewadahi ibadah orang Islam dari negara lain," kata Jusuf Kalla di sela pembukaan Rakornas Zakat 2019 bertema "Optimalisasi Pengelolaan Zakat untuk Mengentaskan Kemiskinan dan Meningkatkan Kesejahteraan Menuju Indonesia Pusat Ekonomi Islam Dunia", di Pendapi Gedhe Solo, Senin malam.

Menurut Kalla, Bazna bisa melaksanakan kerja sama dengan lembaga-lembaga zakat dari luar negeri. Mereka, katanya, banyak yang ingin kerja sama dengan Indonesia, seperti dari Kuwait, Qatar, serta yayasan-yayasan yang ingin membangun masjid, pondok pesntren, sekolah, dan institut.

"Saya tanya kepada mereka dari mana sumber dananya, dari zakat orang-orang Kuwait dan Malaysia. Hal ini karena negara mereka hampir tidak ada lagi orang miskin," kata Kalla.

Menurut Kalla, mereka akhirnya membawa zakatnya ke luar negara kepada orang yang kurang mampu. Kerja masa itu bisa disalurkan karena zakat tidak mempunyai batas negara. "Selama mereka Islam, silahkan ," kata Kalla.

Oleh karena itu, Baznas juga bisa bekerja sama dengan lembaga di luar negeri atau negara Islam yang mampu, seperti Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA), dan Turki.

Menurut Kalla, di negara tersebut lembaga-lembaga mau menyalurkan zakatnya, maka mereka bisa diajak kerja sama di Indonesia. Indonesia masih ada 25 juta orang miskin atau sekitar 9,8 persen dari jumlah penduduknya.

"Saya 2 minggu lalu telah meresmikan lembaga pendidikan yang besar. Saya sempat terkejut melihatnya. Pendirian lembaga pendidikan itu dari zakat dua orang warga Qatar," kata Wapres.

JK mengatakan peran penting Baznas dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi Islam dunia jika sistem ekonominya syariah dan kepercayaan. Misalnya, orang menyimpan uangnya di Indonesia disalurkan lewat sistem syariah.

"Peran penting zakat tentu untuk menanggulangi kemiskinan. Zakat itu untuk fakir miskin, dan lainnya bagi mereka yang membutuhkan. Yang perlu sekarang bagaimana meningkatkan zakat, bagaimana pengelolaan secara terbuka, dan diketahui orang manfaatnya," katanya.



Pewarta:
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2026