
Pemkab Batang Targetkan Smart City Selesai 2029
Senin, 22 Oktober 2018 18:58 WIB

Bupati Batang Wihaji di Batang, Senin, mengatakan bahwa program Smart City sebagai upaya mempermudah masyarakat pada hala pembangunan dan pelayanan sehingga perlu komitmen para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menyukseskan program tersebut.
"Saya menargetkan program Smart City akan selesai dalam waktu 10 tahun karena program termasuk dalam RPJMD yang rencanya dilaksanakan hingga 2019," katanya.
Menurut dia, saat ini masyarakat hanya baru mengetahui dan mengenal aplikasi smart elektronik santunan kematian (e-sakti) karena hal ini langsung berhubungan dengan bantuan sosial kematian masyarakat.
"Oleh karena itu, pada penerapanya akan kami buat efektif, cepat, dan sederhana dengan model yang menarik khususnya pelayanan publik," katanya.
Pada program Smart City ada investasi yang terintegrasi dan transparan sehingga akan mempermudah pemkab untuk menggenjotnya.
Jika investasi yang masuk besar, kata dia, program akan mudah dijalankan sehingga diharapkan aplikasi yang dibuat untuk pelayanan masyarakat pada smart city bisa digemari oleh masyarakat.
"Oleh karena itu, inovasi sangat diperlukan dan sosialisasi harus terus perlu kita giatkan," katanya.
Pemkab Batang merupakan satu diantara kabupaten yang didamping langsung oleh kementerian dalam mengembangkan smart city.
"Kami akan menggenjot indeks pembangunan manusia (IPM) agar progarm smart city semakin diterima oleh masyarakat. Kami memaparkan pada Kementerian Komunikasi dan Informatika bahwa Pemkab Batang memiliki tiga quick win yaitu e-budgeting, e-planning, dan Minggon Jatinan," katanya.
Untuk menyukseskan program tersebut, pemkab pada 2018 menggelontorkan anggaran pada Dinas Kominfo sebesar Rp5,5 miliar dan Rp7 miliar untuk pada tahun 2019.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Kliwon
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
