
Stok telur dan daging ayam di Banyumas aman

Purwokerto (Antaranews Jateng) - Stok telur ayam ras dan daging ayam ras di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dalam posisi aman menjelang Ramadhan, kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Banyumas Sugiyatno.
"Ayam hanya butuh waktu 40 hari untuk bisa dipotong, sehingga pada awal-awal Ramadhan atau akhir bulan ini sudah disiapkan oleh petani termasuk kerja sama dengan inti plasma guna memenuhi kebutuhan selama Ramadhan hingga lebaran. Jadi, 40 hari sebelumnya sudah disiapkan sehingga saya pikir aman," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu.
Sementara untuk telur ayam ras, kata dia, pasokannya stabil karena jumlah ayam petelur juga relatif stabil.
Ia mengatakan produksi telur ayam ras sebenarnya stabil dan kebutuhannya diperkirakan akan lebih banyak saat menjelang Lebaran.
"Kalaupun ada kekurangan, enggak begitu banyak, mungkin hanya (kurang) sedikit," katanya.
Disinggung mengenai gejolak kenaikan harga telur ayam ras dan daging ayam ras yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir, Sugiyatno menduga hal itu terjadi karena petani dan pedagang mencari kesempatan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak meskipun pasokannya stabil.
Dia memperkirakan lonjakan kebutuhan daging ayam ras dan telur ayam ras pada awal bulan Ramadhan maksimal mencapai 10 persen.
"Biasanya yang lebih banyak pada akhir Ramadhan hingga lebaran yang diperkirakan bisa melonjak hingga 25 persen," jelasnya.
Berdasarkan pantauan di Pasar Manis, Purwokerto, harga daging ayam ras saat ini masih bertahan pada kisaran Rp36.000 per kilogram, sedangkan harga telur ayam ras berkisar Rp26.000--Rp27.000 per kilogram.
Sebelum terjadi kenaikan, harga daging ayam ras berkisar Rp32.000--Rp33.000 per kilogram, sedangkan harga telur ayam ras berkisar Rp21.000--Rp22.000 per kilogram.
Salah seorang pedagang, Martini mengatakan pasokan daging ayam ras relatif stabil dan tidak ada hambatan namun harga dari distributor mengalami kenaikan sehingga pedagang menyesuaikan harga.
"Permintaan dari masyarakat juga stabil meskipun harganya naik," katanya.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
