Purbalingga bakal perbanyak unit layanan alsintan

id pembentukan upja,pemanfaatan alsintan

Purbalingga bakal perbanyak unit layanan alsintan

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga Lily Purwati (kanan) didampingi Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu Apri Handono saat memberi sambutan dalam rapat kordinasi optimalisasi pemanfaatan alsintan di kantor Dinas Pertanian Purbalingga, Rabu (9-5-2018). (Foto: Dok. BBPP Batu)

Purbalingga (Antaranews Jateng) - Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, akan segera memperbanyak pembentukan Unit Pelayanan Jasa Alat Mesin Pertanian (UPJA), kata Kepala Dintan Purbalingga Lily Purwati.

"Keberadaan UPJA ini sudah terbukti kemarin (8/5) saat dilakukan Gerakan Pengolahan Lahan di Kecamatan Bukateja yang dihadiri Menteri Pertanian," katanya saat Rapat Koordinasi Pemanfaatan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) Dalam Mendorong Percepatan Tanam Padi, Jagung, dan Kedelai (Pajale) di Kantor Dintan Purbalingga, Rabu.

Ia mengatakan saat meninjau Gerakan Pengolahan Lahan di Kecamatan Bukateja, Menteri Pertanian Andi Amran memberi apresiasi kepada Kabupaten Purbalingga atas upaya optimalisasi pemanfaatan alsintan.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya menggelar Rapat Koordinasi Pemanfaatan Alsintan Dalam Mendorong Percepatan Tanam Pajale tersebut sebagai tindak lanjut dari kunjungan Mentan Andi Amran Sulaiman di Purbalingga.

Dalam kunjungan tersebut diketahui bahwa jumlah alsintan khususnya traktor roda dua bantuan pemerintah untuk Kabupaten Purbalingga sudah mencapai 431 unit.

"Dari jumlah alsintan yang ada, harus dimanfaatkan semua, tidak terkecuali. Untuk itu, kami bersama Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu mencoba untuk memetakan permasalahan yang ada di lapangan," kata Lily.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga ingin memetakan daerah-daerah yang potensial untuk padi, jagung, dan kedelai. 

"Apalagi pada tahun ini, Purbalingga mendapat Program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) Kedelei seluas 10 ribu hektare," kata dia menambahkan. 

Ia mengatakan besarnya perhatian pemerintah khususnya Kementerian Pertanian kepada petani di Purbalingga harus dimanfaatkan secara optimal. 

Menurut dia, pemetaan juga harus dikaitkan dengan target luas tambah tanam di Purbalingga yang saat ini sudah terealisasi 54 persen dari sasaran satu tahun. 

"Seharusnya kami mengharapkan pada pertengahan bulan Mei ini sudah tutup tanam (tanaman padi)," katanya. 

Sementara itu, Kepala BBPP Batu Apri Handono mengatakan pihaknya ingin mengetahui pemanfaatan alsintan di setiap wilayah, baik di tingkat kabupaten, kecamatan, mapun desa karena hal tersebut harus dilaporkan ke Kementerian Pertanian setiap hari.

"Sepakat dengan Ibu Kepala Dinas, kita perlu melakukan pemetaan. Bahwa dengan perencanaan pemanfaatan alsintan yang baik dan benar, maka sasaran luas tambah tanam pasti akan tercapai, bahkan bisa lebih," kata dia yang juga Penanggung Jawab Optimalisasi Pemanfaatan Alsintan (OPA) Kabupaten Purbalingga.

Ia mengatakan jika melihat lahan baku di Purbalingga yang luasannya mencapai kisaran 22.000 hektare, dengan jumlah traktor roda dua bantuan pemerintah sebanyak 431 unit dan traktor roda empat sebanyak tujuh unit, kabupaten itu mampu mencapai sasaran yang ditetapkan.
   
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar