
Pemprov Jateng dorong penguatan UMKM

Temanggung (Antaranews Jateng) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong penguatan usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) melalaui berbagai program, kata Sekda Provinsi Jateng Sri Puryono.
Sri Puryono di Temanggung, Sabtu, mengatakan penguatan UMKM tersebut melalui kapasitas kelembagaan, program peningkatan produktivitas pemasaran, jaringan usaha, pengembangan produk unggulan, akses permodalan, efektifitas pembiayaan, dan peningkatan kualitas SDM UMKM.
Ia mengatakan hal tersebut pada seminar nasional kewirausahaan di Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Alumni UNS Semarang bekerja sama dengan Pemkab Temanggung dan Asosiasi Dosen Akuntasi Indonesia Jateng.
Khusus untuk permodalan, katanya UMKM bisa memanfaatkan Bank Jateng yang menyalurkan Kredit Mitra Jateng 25 dan 02. Kredit Mitra 25 maksimal pinjaman Rp25 juta tanpa agunan dan tanpa biaya administrasi dengan bunga tujuh persen, kemudian Mitra 02 dengan bunga 0,2 persen.
Ia menuturkan UMKM mempunyai peran yang sangat strategis karena UMKM tidak kenal krisis, pada 1997/1998 perusahaan-besar pada gulung tikar, namun UMKM tetap eksis.
"UMKM merupakan salah satu pilar ekonomi kuat di Indonesia dan di sinilah akan muncul peluang pekerjaan sehingga dapat mengurangi kemiskinan dan pengangguran," katanya.
Ia menyebutkan pada 2017 pengangguran di Jateng kurang lebih sebanyak 820 ribu orang dari 18,7 juta angkatan kerja atau 4,57 persen, angka ini di bawah rata-rata nasional.
Menurut dia pemerintah keliru kalau tidak bisa memberdayakan UMKM dan tidak menyejahterakan petani.
"Amerika Serikat maju bukan karena nuklirnya, tetapi petaninya yang kuat. Di luar AS pada krisis pangan, tetapi AS tetap bertahan karena dia menyadari mempunyai empat musim, tidak seperti kita dengan dua musim, apa saja di Indonesia itu ada. Hal ini harus dimanfaatkan,"katanya.
Ia mengatakan petani kalau tanggung tidak bakal sejahtera. Petani harus bertani moderen, jangan menjadi petani yang biasa-biasa saja. Fasilitas dari pemerintah secara bertahap dipenuhi.
Ia menyampaikan penduduk miskin Jateng masih 12,23 persen atau 4,2 juta orang. "Kemiskinan ini berat betul bagi kami, dulu kita berangkat dari 15,8 persen, selama empat tahun ini turunnya kecil sekali. Tetapi untuk tahun 2017 turun 0,9 persen dan secara nasional hanya turun 0,6 persen. PR kita masih besar maka UMKM inilah salah satu solusi bagaimana bisa menciptakan pekerjaan, mengurangi pengangguran dan juga kemiskinan." katanya.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Mugiyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
