Logo Header Antaranews Jateng

Festival Internasional "Boy Jazz 2017" Digelar di Boyolali

Selasa, 3 Oktober 2017 16:55 WIB
Image Print
Kepala Dinas Olahraga dan Pariwisata Boyolali Wiwiws Trisiwi Handayani (tengah) sedang menunjukan poster pagelaran Musik Jazz internasional dalam Boy Jazz 2017 di Boyolali, Selasa (3/10). (Foto: ANTARAJATENG.COM/Bambang Dwi Marwoto)

Boyolali, ANTARA JATENG - Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Dinas Olahraga dan Pariwisata menggelar event internasional "Boy Jazz 2017" di Alun-alun Kidul Komplek Perkantoran Terpadu pemkab setempat, pada tanggal 21 hingga 22 Oktober mendatang.

"Boyolali Jazz (Boy Jazz) merupakan harapan Bupati Boyolali, Seno Samodro, sebagai salah satu event internasional yang tidak hanya menghadirkan pemusik jazz dari dalam negeri, tetapi juga dari mancanegara," kata Kepala Dinas Disporapar Boyolali, Wiwis Trisiwi Handayani, di Boyolali, Selasa.

Menurut Wiwis Trisiwi Handatani, event internasional tersebut digelar dengan tujuan sebagai momentum branding Boyolali dengan cakupan yang lebih luas, khususnya melalui komunitas-komunitas penggemar musik jazz di dunia.

Wiwis mengatakan pagelaran musim jazz tahun ini, ada tiga negara yang ikut berpartisipasi, antara lain Jam Korinek Grove Band dengan vokal Sharon Levis dan Lorenzo Thomson dari Amerika Serikat, Sol Caribe Latin Jazz Band asal Austria, dan Cekoslowakia.

Kelompok musik jazz asal Indonesia yang akan hadir menghibur warga Boyolali antara lain Krakatau (Jakarta), Jazz Mben Senen (Yogyakarta), Everyday (Yogyakarta), Sojazz (Solo), Tropical Transit (Bali), Jazz Ngisor Ringin (Semarang), Dudun Blues Shelter (Jakarta) dan Alegro Sanapare (Boyolali) yang akan tampil dalam Boy Jazz di Boyolali.

Wiwis berharap pagelaran Boy Jazz tersebut ke depan menjadi agenda tahunan yang dapat digelar setiap tahun dengan konsep berbeda, lebih baik dan berkualitas.

Dika Mahendra selaku panitia penyelenggara mengatakan tiga kelompok musik jazz asal luar negeri akan tampil habis-habisan menghibur masyarakat Boyolali yang mencintai aliran jazz terutama anak-anak muda hingga orang tua.

Para peserta yang mengikuti Boy Jazz tersebut , kata dia, akan tampil dalam dua sesi atau dua hari, mulai pukul 14.00 WIB hingga 22.00 WIB. Jazz terhitung musik yang berat, maka panitia juga mengemasnya dengan tampilan yang lebih mudah diterima masyarakat. Dan, salah satunya dengan menampilkan aransemen lagu dengan genre lain dalam jazz, semisal dangdut atau musik keroncong.

Selain itu, kata dia, pagelaran musik jazz tersebut juga akan diisi dengan penampilan budaya seni local seperti tarian tradisional reog, tetapi kegiatan itu, digelar pada pagi hari.

Bahkan, pagelaran Boy Jazz di Alun-alun Kidul juga akan digelar basar festival tepatnya di halaman depan Setda Pemkab Boyolali.

"Kami harap dengan event ini, dapat menarik banyak wisatawan untuk datang ke Boyolali. Salah satunya yakni dengan menarik wisatawan yang datang di Bali melalui komunitas musik jazz dari Bali," kata Dika.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026