
Sapi di Kabupaten Kudus Bebas Penyakit Antraks

Kudus, ANTARA JATENG - Ternak sapi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dinyatakan bebas penyebaran penyakit antraks, menyusul hasil pengujian darah sapi di laboratorium dinyatakan negatif dari penyakit tersebut.
"Sebelumnya, kami telah mengambil sampel darah sapi dari sejumlah peternak di Kabupaten Kudus untuk diuji di laboratorium Kesehatan Hewan Tipe B Semarang milik Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Catur Sulistiyanto di Kudus, Senin.
Adapun jumlah hewan yang diambil sampel darahnya, kata dia, untuk pengujian penyakit antraks ada 150 ekor sapi, sedangkan untuk pengujian penyakit brucellosis (penyakit kluron menular) juga mengambil sampel darah dari 150 ekor sapi.
Ia mengatakan, pengambilan sampel darah sapi tersebut dilakukan secara bertahap karena terdapat 300 ekor sapi yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kudus.
Untuk hasil pengujian penyakit brucellosis, kata dia, hasilnya juga negatif, sehingga Kabupaten Kudus untuk sementara aman dari penyebaran kedua penyakit yang dapat menular ke manusia tersebut.
Hasil pengujian sampel darah sapi dari laboratorium Semarang, katanya, diterima Dinas Pertanian dan Pangan pada 6 Juni 2017 dengan hasil kedua penyakit tersebut negatif.
Saat bertemu dengan para peternak, katanya, dimanfaatkan pula untuk memberikan pembinaan terkait upaya pencegahan penularan penyakit tersebut.
Untuk penyakit antraks, katanya, bisa ditularkan melalui pakan yang berasal dari daerah endemis penyakit antraks, sedangkan brucellosis bisa melalui perkawinan secara alami.
"Penularannya bisa terjadi secara berantai, sehingga peternak harus memastikan sapi yang akan dikawinkan harus bebas dari penyakit," ujarnya.
Kalaupun peternak memilih perwakinan suntik, katanya, memang lebih aman dari penularan penyakit karena dilakukan secara steril dan ditangani oleh petugas yang ahli di bidangnya.
Dalam rangka pencegahan penularan penyakit antraks maupun brucellosis, katanya, pengawasan melalui pengambilan sampel darah sapi bakal dilakukan setiap tahun, sehingga ketika ada yang positif bisa segera ditindaklanjuti agar tidak sampai menularkan ke hewan ternak lainnya.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin Lathif
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
