Logo Header Antaranews Jateng

Untidar Kembangkan PT Berbasis Riset

Sabtu, 15 April 2017 15:30 WIB
Image Print
Universitas Tidar (Untidar) Magelang mewisuda 101 mahasiswa dari program sarjana dan ahli madya, Sabtu (15/4). (Foto: ANTARAJATENG.COM/Heru Suyitno)

Magelang, ANTARA JATENG - Universitas Tidar Magelang ingin mengembangkan perguruan tinggi berbasis riset, kata Rektor Untidar Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd.

"Belajar berbasis riset sedang kami gali, sedang kami kembangkan untuk pemebelajaran atau perkuliahan," katanya dalam sambutan Wisuda Sarjana dan Ahli Madya di Untidar Magelang, Sabtu.

Ia menuturkan hal tersebut sesuai dengan visi Untidar, yakni universitas berbasis riset dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan kewirausahaan.

Ia mengatakan karena berbasis riset maka Untidar harus mempunyai riset yang unggul. Saat ini, Untidar sedang mengembangkan robotik dan mengembangkan komponen untuk mobil listrik.

"Jadi mobil listrik tidak kami rakit dari komponen yang dibeli, tetapi komponen itu harus dibakukan sendiri oleh dosen bersama mahasiswa Untidar," katanya.

Ia menyampaikan pada Tahun Akademik 2017/2018 Untidar sudah mendapatkan izin operasional untuk membuka program sarjana Hukum, Manajemen, Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Peternakan, dan Ilmu Komunikasi.

Dia mengatakan masing-masing program studi akan menerima 80 mahasiswa baru.

"Penambahan lima program sarjana pada Tahun Akademik 2017/2018, Untidar akan menerima mahasiswa baru sebanyak 1.440 orang melalui SNMPTN, SBMPTN, dan seleksi mandiri," katanya.

Selain itu, katanya dalam waktu yang tidak terlalu lama Untidar akan mendapatkan izin usulan program sarjana akuakultur, teknologi hasil perikanan, agribisnis, jamu, pendidikan biologi, dan program magister pendidikan bahasa Indonesia serta magister pendidikan bahasa Inggris.

Pada wisuda yang berlangsung di aula Untidar tersebut, diwisuda 101 mahasiswa, terdiri atas program Ekonomi Pembangunan 11 mahasiswa, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (18), Pendidikan Bahasa Inggris (29), Agroteknologi (12), Ilmu Administrasi Negara (8), Teknik Elektro (1), Teknik Mesin (11), Teknik Sipil (7), dan D3 Teknik Mesin (4).

Cahyo menuturkan dengan memiliki bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai para wisudawan diharapkan mampu memasuki kehidupan di tengah masyarakat.

"Dengan bekal kewirausahaan saudara mampu menciptakan lapangan kerja, menjadi pelaku bisnis yang hebat dan bermartabat," katanya.

Pada wisuda tersebut tiga besar indeks prestasi komulatif (IPK) terbaik diraih Muchlas Abror, program S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dengan IPK 3,82, Nilam Sari (3,77), program S1 Pendidikan Bahasa dan sastra Inggris, dan Esti Lestariningsih (3,75), program Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026