Logo Header Antaranews Jateng

Warga Klepukerep Cilacap Bangun Talut Secara Swadaya

Jumat, 24 Maret 2017 15:13 WIB
Image Print
Lokasi pembangunan talut penguat jalan desa di Dusun Klepukerep, Desa Bulaksari, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, yang didanai secara swadaya masyarakat. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Humas Pemkab Cilacap)
Cilacap, ANTARA JATENG - Warga Dusun Klepukerep, Desa Bulaksari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, membangun talut penguat jalan sepanjang 1.000 meter secara bergotong royong dengan dana swadaya masyarakat sebesar Rp283 juta.

"Saya merasa bahagia dan senang karena ternyata warga Cilacap, khususnya Dusun Klepukerep yang berhasil di perantauan, tetap memikirkan kemajuan dan pembangunan desanya," kata Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji usai peletakan batu pertama pembanguna talut di Dusun Klepukerep, Desa Bulaksari, Kecamatan Bantarsari, Cilacap, Jumat.

Menurut dia, kepedulian warga Klepukerep yang berhasil di perantauan untuk terus membangun desanya patut dijadikan contoh bagi warga lain di Cilacap dalam berpartisipasi membangun kabupaten itu.

Pembangunan talut penguat jalan desa sepanjang 1.000 meter itu diprakarsai warga Klepukerep yang sukses di perantauan dan tergabung dalam Paguyuban Sayeg Amambangun Desa (Pasada).

Ketua Pasada Zaenuri mengatakan bahwa paguyuban yang dipimpinnya mampu mewadahi warga Klepukerep yang merantau di Jabodetabek dan Bandung untuk terus peduli terhadap kemajuan dan pembangunan desanya.

"Pembangunan talut merupakan kiprah Pasada yang kedua. Sebelumnya, Pasada berhasil membangun jembatan gantung yang dibutuhkan oleh warga Klepukerep," katanya.

Ia mengatakan bahwa hampir 60 persen pemuda Dusun Klepukerep merantau dan mencari nafkah di Jabodetabek dan Bandung, sedangkan sisanya masih menyelesaikan pendidikan.

Menurut dia, sekitar 20 persen warga Klepukerep yang sukses membangun bisnis di perantauan itu menekuni industri rumah tangga hingga memiliki perseroan terbatas.

"Bahkan, dari tiga `raksasa` pengusaha mi di Jabodetabek, salah seorang di antaranya warga Klepukerep," katanya.


Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026