Logo Header Antaranews Jateng

Universitas Tidar Buka Lima Prodi Baru

Kamis, 16 Maret 2017 19:55 WIB
Image Print
Dua lulusan Universitas Tidar berjalan di bawah pepohonan kampus, di sela prosesi wisuda 131 sarjana dan ahli madya perguruan tinggi negeri itu, Sabtu (11/10). Untidar sedang mengembangkan kampus baru di sejumlah lokasi di Magelang dan sekitarnya. (H

Magelang, 16/3 (Antara) - Universitas Tidar Magelang, Jawa Tengah, membuka lima program studi baru mulai Tahun Ajaran 2017 untuk mengembangkan perkuliahan di perguruan tinggi negeri tersebut.

"Yang sudah ada izin operasional yaitu Program Studi Manajemen, Hukum, Ilmu Komunikasi, Pendidikan IPA dan Peternakan," kata Rektor Untidar Cahyo Yusuf di Magelang, Kamis.

Hingga saat ini, Untidar memiliki 10 prodi dan lima fakultas.

Dengan penambahan lima prodi baru tersebut, perguruan tinggi yang dibuka pada 1979 dengan berstatus swasta dan pada 2014 menjadi negeri itu akan memiliki 15 prodi dengan tetap lima fakultas.

Total jumlah mahasiswa Untidar saat ini sekitar 4.000 orang.

Pada tahun 2016, jumlah pendaftar Untidar sekitar 8.500 orang, sedangkan yang diterima sekitar 1.100 orang.

Lima prodi baru tersebut direncanakan total jumlah mahasiswanya sekitar 350 orang.

Pihaknya telah menyiapkan gedung dan ruang kelas di kompleks Untidar selama ini di kawasan Tuguran Kecamatan Magelang Utara Kota Magelang dan sumber daya manusia, termasuk dosen yang akan mengajar di lima prodi baru tersebut.

"Kami mengusulkan (kepada Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi) prodi baru itu sudah dibarengi dengan SDM, jadi jumlah SDM minimal harus dipenuhi. Satu prodi minimal enam dosen, kami mengusulkan ada yang enam ada yang tujuh dosen. Mereka tidak terikat dengan institusi lain. Jadi betul-betul bebas, tidak punya `homebase`," katanya.

Ia menjelaskan tentang tujuan membuka prodi baru Untidar sebagai tahapan mencapai jumlah ideal prodi bagi perguruan tinggi, yakni sekitar 40-50 prodi.

Akan tetapi, pihaknya tidak setiap tahun membuka prodi baru dengan berbagai pertimbangan, antara lain gedung dan ruang kuliah yang masih terbatas, serta kondisi sejumlah perguruan tinggi lainnya di daerah setempat.

Untidar adalah satu-satunya perguruan tinggi negeri di wilayah eks-Keresidenan Kedu yang meliputi Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo dan Kebumen.

"Tidak selalu tiap tahun membuka prodi baru, kami sudah mengondisikan teman-teman, bagaimanapun kita masih terbatas gedung, ruang untuk kuliah. Kami yang sudah ada saja, nanti kuliah Sabtu sampai malam. Boleh sampai malam," katanya.

Saat ini, pihaknya belum bisa membangun sarana dan prasarana perkulihan baru di sejumlah tempat karena Kemenristek dan Dikti tidak mengalokasikan dana program tersebut untuk seluruh perguruan tinggi negeri, termasuk Untidar.

Untidar selain memiliki kampus di Tuguran, Kota Magelang, juga telah mendapatkan bantuan lahan dari sejumlah pemda, seperti di Grabag dan Bandongan, Kabupaten Magelang, di kawasan Sidotopo, Kota Magelang, di Kabupaten Temanggung dan di Kabupaten Wonosobo.

Cahyo mengaytakan telah merencanakan lokasi calon kampus Untidar di Grabag untuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, di Bandongan untuk Fakultas Pertanian, di kawasan Sidotopo untuk Fakultas Kedokteran dan rektorat.

Selain itu, di Wonosobo untuk Fakultas Teknologi, Hasil Pertanian dan Fakultas Peternakan, serta di Temanggung untuk Fakultas Perikanan dan Fakultas Teknologi Komunikasi.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026