Tim Kecil Periksa Jembatan Ambrol di Boyolali

id Jembatan

Tim Kecil Periksa Jembatan Ambrol di Boyolali

Polisi sedang perjaga-jaga dan menutup akses jalan di jembatan Jurang Grawah Desa/Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali, Senin. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Bambang DM)

Boyolali, ANTARA JATENG - Bupati Seno Samodro mengatakan Pemerintah Kabupaten Boyolali sedang menurunkan tim kecil ke lokasi untuk memeriksa Jembatan Jurang Grawah di Desa Cepogo yang ambrol.

"Kami membentuk tim kecil turun ke lokasi untuk memeriksa kondisi jembatan ambrol di Cepogo," kata Seno Samodro, di Boyolali, Selasa.

Seno Samodro mengatakan tim kecil tersebut akan melaporkan hasil pemeriksaan di lokasi dan kemudian melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jateng. Karena, jalur wisata Solo-Selo-Borobudur (SSB) di Cepogo merupakan jalan provinsi.

"Kerugian masih dihitung, untuk kendaraan roda empat tidak boleh melintas," kata Bupati.

Menyinggung soal anggaran yang dibutuhkan untuk membangun jembatan tersebut, pihaknya memperkirakan Rp5 miliar hingga Rp6 miliar.

Menurut Bupati kualitas jembatan Cepogo tersebut sebenarnya bagus, hanya dudukannya yang meleset karena tergerus arus banjir sehingga ambrol.

"Jembatan itu, patah separuh setelah terkikis banjir diduga akibat fondasi terkikis banjir dan juga adanya kegiatan galian C yang tidak jauh dari jembatan. Kita tunggu saja laporan dari tim," kata Bupati.

Bupati memastikan kegiatan galian C di wilayah Boyolali tidak ada yang memiliki surat izin karena pemkab tidak pernah mengeluarkan izin soal kegiatan penambangan pasir baik di lereng Gunung Merapi maupun Merbabu.

Pemprov Jawa Tengah melalui Dinas Bina Marga Ciptakarya segera membangun jembatan bailey sebagai jembatan darurat pengganti Jembatan Jurang Grawah yang ambrol itu.

Menurut Kepala Seksi Wilayah 1 Balai Pelaksana Teknis Jalan Wilayah Surakarta, Dinas Bina Marga Ciptakarya Pemprov Jateng, Adi Prasetyo, jembatan bailey akan dipasang sepanjang 23 meter pada lajur yang ambrol.

Menurut dia, jembatan darurat dipasang dengan lebar sekitar tiga meter, sehingga dapat dilintasi kendaraan baik roda dua maupun empat.

Jembatan bailey dengan rangka baja tersebut dipasang dengan sistem "knock down" sehingga dapat digunakan selama yang diperlukan. Lantai jembatan bailey akan menggunakan kayu, sedangkan pemasangan jembatan darurat itu butuh waktu sekitar 10 hari

Jembatan Jurang Grawah di Desa Cepogo, Senin (6/3), sekitar pukul 11.45 WIB ambrol sehingga akses jalan wisata Solo-Selo-Borobudur (SSB) terputus. Dalam kejadian itu, tidak ada korban jiwa.

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar