Logo Header Antaranews Jateng

Dirut PT KAI Cek Kesiapan Angkutan Natal dan Tahun Baru

Selasa, 6 Desember 2016 16:58 WIB
Image Print
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro (kedua dari kanan) melakukan inspeksi untuk mengecek kesiapan angkutan Natal dan Tahun Baru 2017 di Stasiun KA Cilacap, Selasa (6/12/2016). Foto: Sumarwoto/ANTARAJATENG.COM
Cilacap, Antara Jateng - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro bersama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan melakukan inspeksi untuk mengecek kesiapan angkutan Natal dan Tahun Baru.

"Kami berjalan (menggunakan Kereta Inspeksi) untuk melakukan inspeksi kesiapan dari seluruh stasiun-stasiun dalam menghadapi operasi Natal dan Tahun Baru," kata Edi saat mengecek kesiapan Stasiun Cilacap, Jawa Tengah, Selasa sore.

Menurut dia, inspeksi tersebut terbagi atas dua tim, masing-masing melalui jalur utara dan jalur selatan.

Ia mengatakan operasi angkutan Nataru akan dimulai pada tanggal 23 Desember 2016 dan selesai pada 8 Januari 2017.

"Semua kru dari Kereta Api (PT KAI, red.) turun ke lintas untuk memastikan operasi ini berjalan dengan baik," kata dia yang memimpin inspeksi jalur selatan yang dimulai dari Bandung.

Selain itu, kata dia, semua petugas yang terlibat dalam operasi angkutan Nataru akan menggunakan tanda berupa pita berwarna oranye sehingga pelanggan atau calon penumpang KA tahu kepada siapa mereka bertanya.

Lebih lanjut Edi mengatakan antisipasi yang sangat mendalam dari PT KAI adalah kondisi cuaca yang sampai hari ini tidak menentu terutama hujan.

"Jalur sini, jalur selatan memang paling banyak longsor, kalau enggak banjir. Satu hal yang harus kita ikuti adalah bahwa perjalanan kereta api, keselamatannya itu nomor satu, jadi enggak ada yang bisa ditukar karena kalau ada apa-apa, maka nyawa itu tidak bisa ditukar sehingga kalau itu terjadi, SOP (Standar Operasional Prosedur) yang harus kita jalankan adalah melakukan antisipasi dengan kecepatan diperlambat," katanya.

Bahkan, kata dia, KA berhenti jika memang jalur kereta apinya terendam air.

Menurut dia, titik-titik rawan banjir maupun longsor sebenarnya sudah diketahui dan khusus wilayah PT KAI Daerah Operasi 5 Purwokerto ada empat titik rawan yang sudah diantisipasi dengan menyiagakan petugas untuk berjaga selama 24 jam.

Disinggung mengenai antisipasi gangguan persinyalan seperti di Karawang beberapa waktu lalu yang mengakibatkan keterlambatan perjalanan sejumlah KA hingga beberapa jam, dia mengatakan gangguan seperti itu bisa terjadi di mana saja.

"Akan tetapi yang pasti, kalau itu terjadi, antisipasi petugas kita di lapangan pasti akan ditanggulangi secara cepat. Satu hal, kalau memang itu membahayakan keselamatan perjalanan, maka kita harus komunikasi dengan penumpang secara langsung, itu pasti antisipasinya," tegas Edi.

Pewarta:
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026