Logo Header Antaranews Jateng

Phapros Bukukan Penjualan Rp540 Miliar

Kamis, 27 Oktober 2016 07:33 WIB
Image Print
Direktur Utama PT Phapros, Tbk, Barokah Sri Utami (dua dari kanan) bersama jajaran direksi usai presconference di Hotel Grand Candi, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (26/10). (Zuhdiar Laeis/ANTARAJATENG.COM)

Semarang, Antara Jateng - PT Phapros, Tbk, perusahaan farmasi nasional membukukan penjualan sebesar lebih dari Rp540 miliar pada triwulan ketiga tahun ini, atau sampai September 2016.

"Meski pertumbuhan ekonomi nasional cenderung melambat, kami berhasil membukukan penjualan lebih dari Rp540 miliar," kata Direktur Utama PT Phapros Barokah Sri Utami di Semarang, Rabu.

Penjualan sebesar itu, kata dia, naik sekitar sembilan persen, dan diikuti dengan pertumbuhan laba bersih perusahaan mencapai Rp52 miliar atau tumbuh 26 persen dari periode sama tahun lalu.

Emmy, sapaan akrab Barokah mengapresiasi kerja sama dari semua pihak sehingga Phapros yang merupakan anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia bisa kembali menunjukkan kinerja positifnya.

Capaian itu meningkat, setelah perusahaan "pelat merah" tersebut berhasil meningkatkan performa penjualan sebesar 16,4 persen dan perolehan laba bersih sebesar 22,9 persen pada semester I/2016.

"Produk OTC (over the control) atau obat jual bebas mengalami pertumbuhan tertinggi mencapai lebih dari 40 persen, sementara 'share' terbesar diperoleh dari obat generik sebesar 50 persen," katanya.

Emmy optimistis penjualan dan laba bersih bisa terus meningkat hingga akhir 2016 mencapai 18 persen dan angka tersebut masih di atas rata-rata pertumbuhan industri farmasi.

"Kami proyeksikan kenaikan penjualan dan laba bersih sekitar 18 persen. Angka tersebut masih di atas rata-rata pertumbuhan industri farmasi yang diproyeksikan tumbuh sekitar empat persen," katanya.

Phapros, kata dia, berencana juga untuk menambah kapasitas produksi dengan mengoptimalkan pabrik yang berada di kawasan Simongan, Semarang, dan pabrik barunya di Ungaran, Kabupaten Semarang.

"Kami juga bekerja sama dengan beberapa lembaga penelitian, seperti 'implant trauma' bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, BPPT, dan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya," katanya.

Tentunya, kata Emmy, kerja sama tersebut merupakan bentuk hilirisasi riset yang dilakukan Phapros sejalan dengan "roadmap" industri farmasi dan Nawacita Presiden RI Joko Widodo.

Tak hanya pengembangan produk, lanjut dia, Phapros juga terus memperluas jaringan bisnis ke mancanegara dengan menjajaki kerja sama ekspor dengan dua perusahaan asal Nigeria.

Dua perusahaan itu, yakni Yes Pharma International, Ltd dengan total nilai ekspor lebih dari 1,4 juta dolar AS dan Jeisjosh Pharma & Food Co. Ltd dengan nilai ekspor lebih dari 500 ribu dolar AS.

"Di sisi lain, Phapros juga kembali membuktikan bahwa lingkungan merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan. Pada Agustus lalu, kami meraih Penghargaan Efisiensi Energi Nasional (PEEN) dari Kementerian ESDM," pungkasnya.



Pewarta:
Editor: Mugiyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026