
Pemkab Banyumas Diminta Antisipasi Penyakit DBD

Purwokerto, Antara Jateng - DPRD Kabupaten Banyumas meminta pemerintah kabupaten setempat untuk mengantisipasi penyebaran penyakit DBD yang dikhawatirkan terjadi saat memasuki musim penghujan.
"Pemerintah kabupaten perlu melakukan langkah-langkah antisipasi guna mencegah penyebaran penyakit DBD," kata kata Sekretaris Komisi D, DPRD Banyumas, Yoga Sugama di Purwokerto, Rabu.
Selain itu, pemerintah kabupaten menurut Yoga juga harus mengedukasi dan mengingatkan masyarakat untuk ikut serta melakukan langkah pencegahan.
"Contohnya menyosialisasikan mengenai gerakan '3M Plus'," katanya.
Gerakan 3M yang dimaksud adalah menguras, menutup dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes.
Sedangkan yang dimaksud dengan Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti menaburkan bubuk larvasida, menggunakan obat nyamuk dan anti nyamuk juga mengatur pencahayaan dan ventilasi di dalam rumah.
Selain itu, menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.
Sementara itu, Yoga juga menambahkan, saat memasuki musim penghujan, pemerintah daerah harus memperhatikan genangan air, saluran pembuangan air dan lain sebagainya yang bisa saja menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes.
"Jangan sampai ada genangan-genangan air, ingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan lain sebagainya," katanya.
Meski demikian, Yoga juga menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut tidak hanya berlaku pada musim penghujan namun setiap saat.
"Bukan hanya saat musim penghujan, tapi ingatkan masyarakat untuk menerapkan hal tersebut setiap saat," katanya.
Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
