
Dirjen: Program Ketahanan Pangan harus Optimal

Cilacap, Antara Jateng - Program ketahanan pangan yang digulirkan Presiden Joko Widodo harus dilaksanakan secara optimal oleh semua pihak, kata Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Gatot Irianto.
"Swasembada pangan menjadi perhatian serius pemerintah saat ini, berbagai upaya untuk meningkatkan swasembada pangan telah dilakukan. Oleh karenanya, program ketahanan pangan yang telah digulirkan Presiden RI beberapa waktu lalu harus dilakukan secara optimal," katanya saat melakukan kunjungan kerja di Sampang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu.
Menurut dia, tercapainya swasembada pangan harus ada solusi atau pemecahan permasalahan yang baik antara pemerintah pusat maupun daerah serta instansi terkait baik dengan TNI atau dengan pihak lainnya.
Dengan demikian, kata dia, program ketahanan pangan itu harus dilaksanakan serius oleh petani, TNI, Kementan, serta instansi terkait lainnya.
Salah satu upaya untuk menyukseskan hal tersebut, lanjut dia, dibutuhkan pengairan yang baik guna menunjang percepatan tanam.
"Oleh karenanya, irigasi yang masih berfungsi dengan baik harus tetap terjaga dengan baik dan bila rusak, kami berharap agar segera diperbaiki dan dioptimalkan fungsinya," katanya.
Lebih lanjut, Gatot mengatakan kunjungan kerja itu dilakukan untuk mengevaluasi program swasembada pangan melalui ketahanan pangan di wilayah Cilacap.
Selain itu, kata dia, untuk mengetahui secara langsung tentang luas tanam dan tentang sarana prasarana pertanian baik kondisi irigasi maupun lainnya termasuk benih bibit padi.
Sementara itu, Komandan Komando Resor Militer 071/Wijayakusuma Kolonel Infanteri Suhardi mengatakan dengan adanya kunjunga kerja Dirjen PSP Kementan di wilayah Korem 071/Wijayakusuma khususnya Kabupaten Cilacap, pihaknya dapat mengetahui informasi dan kebijakan Kementan dalam program swasembada pangan.
"Selain itu, kita juga dapat mengetahui hasil evaluasi dari Kementan tentang jalannya program swasembada pangan yang telah dilakukan sebelumnya. Dari hasil evaluasi tersebut, dapat kita pelajari apa ada kekurangan atau permasalahan lain sehingga kita dapat memperbaiki seoptimal mungkin untuk ke depannya," katanya.
Menurut dia, hasil evaluasi dari Kementan bagi Korem 071/Wijayakusuma dan jajarannya berupa permasalahan pengadaan air atau irigasi untuk pertanian.
"Hal ini menjadi sebuah tantangan serius untuk menyukseskan swasembada pangan di wilayah kita. Dalam menghadapi hal tersebut, sebagai prajurit TNI siap menjalankan tugas mulia ini demi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara," katanya.
Ia mengharapkan semua komponen untuk saling bahu-membahu dan bekerja sama untuk meningkatkan dan menyukseskan swasembada pangan serta tidak ada kata bingung jika menemukan kendala di lapangan.
Dengan demikian, kata dia, prajurit TNI dapat menunjukkan perannya dalam mengatasi masalah dengan memberikan solusi.
"Kepada para Dandim (Komandan Komando Distrik Militer) agar segera menginventarisasi luas tanam di wilayah masing masing, baik yang satu kali, dua kali, dan tiga kali tanam. Hal ini sebagai tolok ukur wilayah satu dengan lainnya untuk percepatan tanam, katanya.
Ia mengatakan sejak Minggu (28/8) sore, seluruh saluran irigasi yang ada di setiap wilayah Korem 071/Wijayakusuma telah mengalir.
Menurut dia, pihaknya harus dapat bekerja sama dengan dinas pertanian maupun pengelola sumber daya air setempat untuk mengatasi masalah irigasi seperti hasil evaluasi Kementan.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
