
BEI Dorong Perusahaan Segera "Go Public"

Semarang, Antara Jateng - Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan-perusahaan dalam negeri segera melakukan "go public" atau menjual sebagian asetnya ke masyarakat melalui pasar modal.
"Salah satu upaya untuk mendorong perusahaan-perusahaan ini adalah dengan membuka Pusat Informasi Go Public di empat kota besar salah satunya Semarang," kata Kepala Kantor Pusat Informasi Go Public Cabang Semarang Cahyanto Kristiadi di Semarang, Kamis.
Dia mengharapkan dengan diubahnya BEI Cabang Semarang menjadi Pusat Informasi Go Public Cabang Semarang tersebut, semakin banyak perusahaan yang bisa bergabung menjadi emiten di BEI.
"Untuk diketahui, hingga akhir tahun ini BEI menargetkan jumlah emiten menjadi 750, sedangkan saat ini jumlah emiten masih di kisaran 531," katanya.
Khusus di Jawa Tengah, sudah ada empat perusahaan yang bergabung menjadi emiten di BEI, salah satunya Sido Muncul.
Terkait dengan jumlah tersebut, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada perusahaan-perusahaan besar di Jawa Tengah.
"Kami sudah memetakan sejumlah perusahaan besar yang potensial untuk bergabung menjadi emiten. Sebagian di antaranya adalah perusahaan tekstil dan garmen," katanya.
Terkait dengan pemberian informasi tersebut, pihaknya tidak hanya fokus melakukan di kantor tetapi juga melalui sistem jemput bola.
Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah-DIY Panca Hadi Suryatno berharap, keberadaan Pusat Informasi Go Public tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat Jateng yang ingin mengetahui secara mendalam tentang pasar modal.
"OJK dalam hal ini diberikan mandat untuk mengatur, mengawasi, dan melindungi lembaga jasa keuangan termasuk pasar modal. Untuk itu kami menyambut gembira keberadaan pusat informasi ini agar selanjutnya dapat memberikan akses dan mencatatkan perusahaan yang ingin go public," katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
