
Kretek Divine Jauhkan Perokok dari Risiko Kanker

Semarang, Antara Jateng - Rokok selama ini menjadi momok bagi dunia kesehatan karena dampaknya terhadap kesehatan, namun itulah membuat Dr. dr. Dody Novrial, Msi, Med, Sp.PA terdorong melakukan riset.
Hasil risetnya ternyata memperkuat bukti ilmiah larutan divine yang kali pertama ditemukan Dr. Gretha Zahar berpotensi menjauhkan perokok dari risiko kanker kolorektal yang menjadi ancaman serius bagi perokok.
Pada ujian promosi doktor ilmu kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang, belum lama ini, ia berhasil mempertahankan disertasinya mengenai asap kretek divine itu dengan sangat memuaskan.
"Derajat kerusakan morfologi epitel kolorektal secara hispatologis pada tikus yang diberi asap kretek divine lebih ringan dibanding yang diberi asap kretek," katanya, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Antara.
Pemberian asap kretek divine berpengaruh lebih baik dibanding asap kretek terhadap morfologi epitel kolorektal (salah satu jenis kanker) pada tikus Wistar yang menjadi objek penelitiannya.
Disertasinya berjudul" Pengaruh Asap Kretek dan Asap Kretek Divine Terhadap Perubahan Morfologi Epitel Kolorektal Melalui Perubahan Ekspresi APC, K-RAS, MSH2, MLH1 dan p53 (Studi Eksperemintal Pada Tikus Wistar)".
Melalui serangkaian ujian, seminar, dan publikasi di jurnal ilmiah internasional, Dody berhasil membuktikan hasil risetnya atas pengaruh larutan divine yang dioleskan ke rokok sebelum dibakar.
Bahkan, dalam ujian disertasi doktoral yang bersifat terbuka itu tim penguji yang dihadirkan tidak hanya dari disiplin ilmu kedokteran, melainkan dari berbagai bidang ilmu lainnya atau multi disiplin.
Tim penguji, yakni Prof. Dr. dr. Ign Riwanto, Prof. Dr. Sutiman, Dr. dr. Indra Wijaya, Sp.PA (K), Prof. Dr. dr. Soeharyo Hadisaputro, Prof. Dr. dr. Hardhono Susanto, Dr. M. Nuh DEA, dan dr Totok Untoro, M.Sc, D.Sc.
"Penelitian inovatif untuk menekan efek toksik asap rokok menggunakan larutan divine merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan mengatasi bahasa asap rokok," katanya.
Indonesia, diakuinya, merupakan negara dengan populasi perokok terbesar setelah Tiongkok, terlihat dari pravelensi perokok dewasa pada 2013 sekitar 60 persen dari total populasi yang didominasi perokok pria.
Data dari American Cancer Society juga menunjukkan pravelensi perokok usia anak-anak di Indonesia sangat tinggi ketimbang negara lain yang mencapai 41 persen pada anak lelaki dan 3,5 persen anak perempuan.
Kanker kolorektal, sebut Dody, menempati urutan ketiga jenis kanker dengan angka kejadian tertinggi dan merupakan penyebab kematian akibat kanker nomor empat di dunia, salah satu faktor risikonya adalah merokok.
Kretek divine merupakan aplikasi kearifan lokal Indonesia yang dikembangkan dari perspektif nanopartikel yang diperkirakan dapat menetralisir radikal metal, khususnya merkuri (Hg).
Dalam konsep nanopartikel Divine, toksisitas rokok dihipotesiskan berasal dari adanya radikal merkuri berenergi tinggi dan terikat pada komplek nanopartikel asap dan berosilasi dengan atom Aurum (Au) pada komplek phenatren bersama nikotin tembakau.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Zuhdiar Laeis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
