
Boyolali Salurkan Rastra 962.489 Kilogram

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Boyolali, Dirham, di Boyolali, Kamis, mengatakan penyaluran rastra tersebut dilakukan kepada 84.166 Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) di Boyolali.
"Kami setiap bulan menyalurkan rastra sebanyak 962.489 kilogram untuk 84.166 RTSPM dengan mengganti harga Rp1.600. Setiap RTSPM mendapatkan jatah 15 kilogram perbulan," kata Dirham.
Dirham mengatakan dalam kegiatan penyaluaran rastra atau raskin tahap keempat tersebut masuk kategori kualitas beras medium mulai disalurkan mulai Senin (11/4) hingga Rabu (13/4) atau selama tiga hari.
Ia mengatakan beras yang akan disalurkan pada April tersebut memiliki kualitas bagus karena berasal dari stok baru pengadaan penyerapan hasil panen Masa Tanam (MT) I pada Maret 2016.
Oleh karena itu, pihaknya berharap RTSPM di Kabupaten Boyolali untuk tidak menjual raskin ataua rastra karena kualitasnya baik dan layak konsumsi.
Saat ini ia mengaku sedang mengajukan Surat Permintaan Alokasi (SPA) ke Badan Urusan Logistik Bulog Divre Surakarta.
Penyaluran rastra tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi beban biaya pengeluaran kebutuhan masyarakat yang kurang mampu di Boyolali.
"Penyaluran rastra di Boyolali hingga tahap keempat ini, realisasinya sebanyak 3.849.956 kilogram beras dari total 11.549.868 kilogram tahun ini," katanya.
Kepala Perum Bulog Sub-Divre III Surakarta Muhammad Rizal Mulyawan Latief mengatakan bahwa stok pangan di wilayah Surakarta termasuk Kabupaten Boyolali masih aman atau cukup untuk kebutuhan rastra hingga tiga bulan ke depan.
Menurut Rizal jumlah total pagu rastra untuk wilayah masing-masing kabupaten dan kota di eks-Keresidenan Surakarta 2016 mencapai 6.667 ton perbulan untuk 444.533 RTSPM termasuk wilayah Boyolali.
Kegiatan penyaluran program rastra untuk warga yang masuk kategori penghasilan rendah di Surakarta, seperti Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen dan Kota Solo tahap keempat dimulai Senin (11/4).
Sementara itu, realisasi pengadaan pangan dengan menyerap gabah hasil panen petani di wilayah Surakarta hingga saat ini mencapai sekitar 18.000 ton gabah kering panen (GKP) atau sekitar 9.000 ton setara beras.
"Kami terus melakukan pengadaan pangan dengan cara jemput bola pada masa panen bulan ini, yang diperkirakan akan berakhir pertengahan Mei mendatang. Kami ditargetkan bisa menyerab gabah hasil panen petani tahun ini sebanyak 100.000 ton," katanya.
Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor:
Zuhdiar Laeis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
