
Puluhan Peserta Ujian Paket C Absen

Kepala Bidang Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan Kota Magelang Sahid di Magelang, Rabu, mengatakan, jumlah peserta UN untuk Program Kejar Paket C atau setara SMA 215 orang dengan 33 peserta di antaranya absen.
"Alasan yang pasti masih kami telusuri. Tetapi kemungkinan karena mereka bekerja dan mungkin juga takut mengikuti ujian," katanya.
Ia menjelaskan, mereka yang tidak mengikuti ujian tersebut tidak mendapat kesempatan ujian susulan, tetapi harus mengulang pada tahun depan.
Ia mengatakan, ujian mereka menggunakan 12 ruangan di SMP Negeri 13 Kota Magelang selama 4-7 April 2016 dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Geografi, Matematika, Sosiologi, Bahasa Inggris, Ekonomi, dan Pendidikan Kewarganegaraan. Waktu ujian setiap hari mulai pukul 13.30-18.00 WIB.
Peserta ujian tercatat berasal dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) "Kuncup Mekar" berjumlah 96 orang, PKBM "Upaya Terampil" 76 orang, dan PKBM "Permata" 43 orang.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Magelang Agus Rujito mengatakan, secara umum UN untuk SMA dan sederajat sejak Senin (4/4) berlangsung lancar dan tertib.
Ujian nasional secara konvensional atau menggunakan naskah soal tertulis berakhir Rabu. Untuk ujian nasional berbasis komputer berlangsung hingga pekan depan atau Selasa (12/4), sedangkan ujian untuk SMK berakhir Kamis (7/4).
Tercatat peserta UN tingkat SMA dan sederajat di kota setempat 4.778 orang. Sebanyak lima peserta tidak mengikuti UN, terdiri atas dua anak mengundurkan diri dan tiga lainnya sakit.
"Mereka yang sakit mendapat kesempatan ujian susulan," ujarnya.
Kepala SMK Puis X Kota Magelang Demetria Anjar Wulandari mengatakan, tiga di antara 135 peserta UN di sekolah tersebut, adalah siswa tuna rungu dan tuna wicara.
"Ada soal khusus yang sudah 'ditranslit' dari Dinas Pendidikan untuk mereka mengerjakan soal 'listening' untuk mata pelajaran Bahasa Inggris," katanya.
Pewarta: M Hari Atmoko
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
