Logo Header Antaranews Jateng

BPPPK Gelar Sekolah Lapang Pertanian Organik

Selasa, 23 Februari 2016 10:07 WIB
Image Print
Para anggota Kelompok Tani "Ngudi Makmur 1" Dusun Wuni, Desa Sewukan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang mempraktikkan pembuatan pupuk organik cair dalam sekolah lapang pertanian organik diselenggarakan BPPP Kecamatan Dukun dan koramil setempat. (Do
"Tujuannya antara lain untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para anggota kelompok tani mengenai cara-cara pembuatan pupuk organik cair dengan menggunakan mikro organisme lokal," kata petugas penyuluh BPPPK Kecamatan Dukun Anita Widiastuti di Magelang, Selasa.

Ia mengatakan para kegiatan yang berlangsung hingga Kamis (25/2) itu, para anggota kelompok tani tersebut antara lain mendapat kesempatan belajar membuat pupuk organik cair dengan berbagai bahan baku dari sekitar tempat tinggal mereka di kawasan barat daya puncak Gunung Merapi itu.

"Bahan baku yang mengandung unsur nitrogen, fosfat, dan kalium. Unsur-unsur itu sangat dibutuhkan oleh tanaman," katanya.

Berbagai bahan baku untuk pembuatan pupuk organik cair atau di kalangan petani setempat telah dikenal dengan sebutan MOL (Mikro Organisme Lokal) itu, antara lain nasi sisa (sego wadhang), kulit nanas, pepaya, limbah sayuran, rebung, keong mas, bonggol pisang, sabut kelapa, dan tetes tebu.

Ia menjelaskan tentang manfaat pupuk organik cair itu yang untuk menumbuhkan dan mengembangkan tanaman hingga menghasilkan panenan yang baik.

Para peserta juga mendapat pelatihan pembuatan pestisida nabati dengan berbagai bahan baku yang bisa dengan mudah diperoleh petani dari desa setempat, sepert rempah-rempah.

"Untuk mencegah dan mengendalikan hama secara organik," ujarnya.

Ketua Kelompok Tani "Ngudi Makmur 1" Dusun Wuni, Desa Sewukan, Kecamatan Dukun Edi Kusnawan mengatakan anggotanya juga mempraktikkan penggunaan pupuk organik cair di areal tanaman padi seluas 0,2 hektare milik warga setempat, Suwandi dan Mardi.

Kepala Desa Sewukan Kencuk Dedy Riswanto mengemukakan tentang manfaat sekolah lapang tersebut yang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengolah pertaniannya.

"Dengan mampu membuat MOL sendiri, maka akan lebih irit para petani dalam mengeluarkan biasa untuk pengolahan pertanian mereka," katanya.

Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026