
Pendidikan Bela Negara Dimulai dari PAUD

"Saya sangat setuju dengan ide Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang menyatakan program bela negara dimulai dari jenjang PAUD atau Taman Kanak-Kanak (TK)," katanya di kampusnya Kentingan, Solo, Kamis.
Ia mengatakan bela negara dimulai sejak usia di PAUD atau TK adalah sangat tepat karena merupakan penanaman bela negara sejak dini.
Prof Dr Furqon Hidayatullah, mantan Dekan FKIP UNS yang kini menjadi Kepala Program Pascasarjana mengatakan bela negara dikenalkan sejak usia PAUD atau TK adalah baik. Materinya apapun tidak menjadi masalah tetapi sebagai pengenalan dan disesuaikan dengan usia PAUD atau TK.
"Hal yang perlu diluruskan adalah bela negara, jangan dipahami atau dimengerti sebagai wajib militer," katanya.
Bela negara bagi anak usia PAUD atau TK, intinya tidak memberatkan, menekan dan tidak memaksa, tetapi dipahamkan secara sederhana apapun materinya. "Dan di PAUD atau TK itu bukan pendidikan tetapi stimulasi pendidikan," katanya.
Stimulasi pendidikan yang dimaksud, menurut Furqon, anak PAUD atau TK belum wajib belajar tetapi baru taraf mengenalkan dan suka belajar. Taraf merangsang anak agar siap untuk belajar. Masa PAYD atau TK adalah kamatangan ilogenetik, dimana matang karena usia. Seperti berjalan, berlari, bermain dan sebagainya.
Konkret bela negara bagi usia anak-anak PAUD atau TK, menurut Furqon, seperti anak diajak peduli dengan lingkungannya, disitu guru mengungkapkan bahwa Indonesia adalah negara yang luas, terdiri dari laut dan banyak pulau. Contoh lain mengenalkan lambang Negara Garuda Pancasila.
"Model pengenalan itu merupakan proses yang secara tidak langsung tertanam dalam benak atau pikiran anak. Itulah salah satu contoh penanaman program Bela Negara pada usia PAUD atau TK. Sederhana tetapi bakal terngiang hingga usia selanjutnya," jelasnya.
Pewarta: Joko Widodo
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
