
Softskill Harus Seimbang dengan Hardskill

"Saya merasa sekarang ini banyak yang 'silau' dengan 'softskill'. Saking getolnya 'softskill' digalakkan, penanaman 'hardskill' jadi tidak dianggap penting lagi," katanya di Semarang, Selasa.
Hal tersebut diungkapkannya di sela kegiatan "Temu Rektor Dalam Rangka Nation Building Untuk Mahasiswa Penerima Beasiswa Plus (Beswan) Djarum 2015--2016" yang berlangsung di Hotel Oak Tree Semarang.
Budi menjelaskan penanaman "softskill" dan "hardskill" sama-sama penting dan saling mendukung dalam pengembangan karakter, terutama mahasiswa yang memiliki latar belakang keilmuan berbeda.
"Untuk mahasiswa bidang teknik, misalnya, softskill-nya bagus, namun hardskill-nya kurang. Apa mungkin bisa membuat bangunan yang berkualitas? Itu pentingnya 'hardskill," katanya.
Pakar toksikologi pangan dan ilmu lingkungan itu juga mencontohkan mahasiswa bidang teknologi pangan sebagaimana konsentrasi yang diampunya, tentunya tidak hanya bisa mengandalkan softskill.
Budi mengatakan bahwa keduanya harus diberikan secara seimbang dan seluruh perguruan tinggi sekarang ini pun terus menanamkan "softskill" pada mahasiswanya tanpa mereduksi pentingnya "hardskill".
"Kampus pun selama ini sudah menanamkan kemampuan itu, seperti melalui tugas kelompok, presentasi, kuliah kerja nyata (KKN), dan magang. Semua kegiatan itu kan larinya ke 'softskill'," katanya.
Ia mengapresiasi perhatian yang diberikan Djarum Foundation melalui program Beswan karena turut membantu kalangan perguruan tinggi untuk menanamkan "softskill" kepada kalangan mahasiswa.
Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Hubungan Alumni Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) Bambang Sampurno mengatakan "hardskill" dan "softskill" sama-sama penting.
"Bahkan, kami di ITS punya jargon, yakni '100 persen softskill, 100 persen hardskill'. Ya, karena keduanya saling melengkapi. Jadi, tidak 'fifty-fifty', namun sama-sama 100 persen," pungkasnya.
Sementara itu, Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation Primadi H. Serad menjelaskan bahwa Djarum Beasiswa Plus merupakan beasiswa yang dilengkapi dengan pelatihan keterampilan lunak (softskill).
"Ada banyak pelatihan, antara lain 'nation building', 'character building', leadership development', 'competition challenges', dan sebagainya. Itu untuk menempa mereka menjadi manusia tangguh," katanya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Kliwon
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
