Logo Header Antaranews Jateng

Semarang Serius Kembangkan Ecowisata Mangrove

Rabu, 4 November 2015 19:31 WIB
Image Print
Sejumlah warga menebang tanaman Bakau untuk membuka lahan tambak ikan di desa karangsong, Indramayu, Jawa Barat. (FOTO ANTARA/Dedhez Anggara)

"Di Desa Tapak, Kecamatan Tugu, sudah sangat bagus dikembangkan 'ecowisata mangrove' meski lahannya milik swasta," kata Penjabat (Pj) Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto di Semarang, Rabu.

Menurut dia, pengembangan "ecowisata mangrove" berdampak positif terhadap berbagai aspek, termasuk mengurangi dampak abrasi yang selama ini menjadi permasalahan yang dihadapi Semarang.

Ia mengatakan Pemkot Semarang tengah giat-giatnya untuk mengurangi tingkat abrasi, salah satunya dengan menggalakkan berbagai komponen masyarakat dan perusahaan untuk menanam "mangrove".

"Sabuk pantai sudah kami bangun antara 2011-2012 untuk mengatasi abrasi. Abrasi atau pengikisan pantai oleh gelombang laut merupakan permasalahan yang butuh penanganan pesisir," katanya.

Tavip menjelaskan Semarang juga dihadapkan pada permasalahan penurunan muka tanah yang terjadi setiap tahun sekitar 7 centimeter sehingga membutuhkan sinergi dari seluruh pihak terkait.

"Sementara ini, kami memang masih fokus pada kecamatan-kecamatan yang ada di pesisir untuk menggalakkan penanaman 'mangrove', seperti Tugu, Semarang Barat, dan Semarang Utara," katanya.

Untuk pengembangan "ecowisata mangrove" di Desa Tapak yang memakai lahan swasta, ia mengatakan Pemkot Semarang siap membantu memperbaiki sarana dan prasarana menuju destinasi wisata itu.

Ia mengatakan pihaknya beserta jajaran terkait sebelumnya pernah meninjau "ecowisata mangrove" untuk melihat kondisi destinasi itu dan ternyata pengelolaannya sudah dilakukan sangat baik.

Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Bapermades) Jawa Tengah itu mengakui "ecowisata mangrove" Desa Tapak berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan untuk menarik wisatawan.

"Ini yang kami tengah pikirkan. Kami siap membantu membenahi sarana prasarana dan infrastruktur yang ada di 'ecowisata' itu. Warga kemarin meminta perbaikan jembatan, kami siap," pungkasnya.



Pewarta:
Editor: Kliwon
COPYRIGHT © ANTARA 2026