
IHSG Dibuka Menguat 20,18 Poin

IHSG BEI dibuka naik 20,18 poin atau 0,46 persen menjadi 4.363,44. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 5,16 poin (0,71 persen) ke level 736,65.
Analis Mandiri Sekuritas Hadiyansyah di Jakarta, Jumat mengatakan bahwa harga minyak sawit mentah (CPO) dunia yang bergerak menguat meski dalam jangka pendek, mendorong harga saham-saham sektor perkebunan di dalam negeri meningkat dan menjadi salah satu penopang IHSG BEI bergerak di area positif.
"Sektor itu dapat menjadi pilihan untuk transaksi jangka pendek dikarenakan harga CPO yang berada dalam tren kenaikan," katanya.
Di sisi lain, lanjut dia, emiten konstrusksi juga dapat menjadi pilihan untuk transaksi hari ini mengingat beberapa harga saham sektor itu dinilai masih cukup rendah. Kondisi saat, ini dapat dijadikan momentum dan kesempatan oleh para investor jangka panjang.
"Proyeksi IHSG hari ini (Jumat, 11/9) akan bervariasi dengan potensi penguatan yang terbatas. Estimasi pergerakan indeks BEI berada di 4.269-4.415," katanya.
Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Haryajid Ramelan mengatakan bahwa di tengah maraknya sentimen negatif terutama dari eksternal, pelaku pasar juga mencermati sentimen dari dalam negeri.
Menurut dia, salah satu paket kebijakan yang dikeluarkan Bank Indonesia cukup diapresiasi sebagian investor di pasar modal yakni memperkuat pengendalian inflasi dan mendorong sektor riil sisi suplai perekonomian, serta memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah.
"Kebijakan BI langsung menyasar ke sektor jasa keuangan, itu cukup diapresiasi. Nilai tukar rupiah diharapkan tidak bergejolak," katanya.
Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 131,76 poin (0,61 persen) ke level 21.694,26, indeks Nikkei turun 91,98 poin (0,50 persen) ke level 18.211,34, dan indeks KOSPI melemah 15,71 poin (0,80 persen) ke posisi 1.946,40.
Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
