
Warga Kudus Manfaatkan Tambak Ikan

"Tambak yang mulai dimanfaatkan tersebut, yakni tambak yang ada di Desa Kirig, Kecamatan Mejobo, Kudus," ujarnya di Kudus, Jumat.
Meskipun memasuki musim kemarau panjang, kata dia, ternyata tambak tersebut masih mampu menampung air.
Untuk saat ini, kata dia, ada tiga petak tambak yang mulai dimanfaatkan warga dari lima tambak yang ada dengan luas total enam hektare.
Dari ketiga petak tambak ikan tersebut, kata dia, ada yang diisi dengan benih ikan nila sebanyak 35.000 ekor dan tombro 15.000 ekor.
Sebanyak dua petak tambak lainnya, kata dia, akan diisi benih ikan kutuk serta benih ikan lainnya pada pekan depan.
Ia mengatakan tambak ikan tersebut memanfaatkan lahan sawah yang selama ini sering tergenang banjir ketika musim hujan.
Beberapa lahan di daerah setempat, kata dia, saat ini ada yang berhasil ditanami padi, meskipun hasilnya dimungkinkan kurang memuaskan.
"Biarlah keberadaan tambak ikan tersebut menjadi alternatif pemanfaatan lahan karena selama ini sulit ditanami padi," ujarnya.
Apabila membuahkan hasil, kata dia, memungkinkan daerah lain juga akan mendapatkan bantuan pembuatan tambak ikan serupa.
Adapun luas tambak di Kudus saat ini mencapai 58 hektare yang didominasi untuk budi daya lele, nila, dan beberapa jenis ikan lainnya.
Dia mengharapkan bertambahnya jumlah tambak ikan di Kudus bisa mendongkrak tingkat konsumsi ikan masyarakat setempat.
Pembuatan tambak ikan pada 2014, di antaranya di Desa Kirig dengan anggaran sebesar Rp1,4 miliar, sedangkan desa lainnya, yakni Temulus di atas lahan lima hektare serta beberapa desa di Kecamatan Mejobo.
Pada 2012, Pemkab Kudus menganggarkan Rp1,8 miliar yang berasal dari APBD Kudus Rp1,5 miliar dan APBD Provinsi Jateng Rp300 juta untuk pembuatan tambak seluas 7,5 hektare, yang tersebar di Desa Kirig, Gulang, dan Kesambi (Kecamatan Mejobo), Desa Karangrowo dan Ngemplak (Kecamatan Undaan), dan Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo.
Pada 2011 bantuan serupa diberikan untuk Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo dan Desa Temulus, Kecamatan Mejobo.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
