Logo Header Antaranews Jateng

Situs Liyangan Serius Dikembangkan Jadi Objek Wisata

Senin, 10 Agustus 2015 16:10 WIB
Image Print
Arkeolog melakukan pemetaan di titik penemuan benda bersejarah areal situs Liyangan, Desa Purbosari, Ngadirejo, Temanggung, Jateng, Senin (23/6). Balai Arkeologi dan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) melakukan eskavasi dan penelitian lanj

"Guna mendukung pengembangan Situs Liyangan menjadi objek wisata, kami mengajukan anggaran pembebasan tanah untuk membuat akses jalan ke kompleks situs di Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo senilai Rp2,8 miliar," kata Wakil Bupati Temanggung Irawan Prasetyadi di Temanggung, Senin.

Kalau pengajuan anggaran tersebut disetujui DPRD Kabupaten Temanggung, kata Wakil Bupati Irawan Prasetyadi, pembebasan tanah dilakukan pada tahun 2016.

Menurut Irawan, dengan pembuatan jalan baru tersebut, memudahkan wisatawan berkunjung ke situs zaman Mataram Kuno tersebut.

Selain pembuatan jalan, kata dia, di kawasan tersebut juga akan dibangun museum untuk menyimpan benda-benda temuan di situs tersebut.

"Nanti dibangun museum dengan dana dari Pemprov Jateng, sedangkan Pemkab Temanggung sedang mencari tanahnya," katanya.

Dengan pembangunan jalan dan museum tersebut, lanjut dia, nantinya Liyangan menjadi salah satu objek wisata unggulan di Temanggung karena Situs Liyangan ada kaitannya dengan Borobudur, terutama kehidupan sosial pada waktu itu.

"Hal tersebut prospek sekali untuk menarik wisatawan datang ke Temanggung," katanya.

Sebelumnya, Bupati Temanggung Bambang Sukarno menuturkan bahwa Situs Liyangan di lereng Gunung Sindoro tersebut layak dikembangkan menjadi objek wisata sejarah.

"Oleh karena itu, Pemkab Temanggung serius menangani untuk pengembangan lebih lanjut," katanya.

Untuk mendukung pengembangan situs tersebut, kata dia, telah dilakukan seminar nasional "Situs Liyangan, Kajian, dan Pengembangan" di Museum Nasional Jakarta untuk mengkaji keberadaan Situs Liyangan guna pengembangan lebih lanjut sebagai aset sejarah peradaban manusia tempo dulu.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026