
Penjualan Rumah di Semarang Turun

"Setiap bulannya memang ada saja unit yang terjual. Hal ini tidak berpengaruh terhadap penjualan secara global," kata staf marketing Bukit Semarang Barat (BSB) Elvira Mardiana di sela pameran Real Estate Indonesia (REI) di Semarang, Rabu.
Menurutnya, penurunan penjualan terjadi pada Juni-Juli karena bertepatan dengan Idul Fitri sehingga minat masyarakat untuk membeli rumah masih rendah. Meski enggan menyebutkan realisasi transaksi, diakuinya penurunan mencapai 30 persen.
"Sebenarnya minat pembeli masih tinggi yaitu pembeli yang ingin menjadikan hunian sebagai sebuah investasi," katanya.
Menurutnya, mayoritas hunian yang laku terjual berada pada kisaran harga Rp200 juta yaitu tipe 30, tipe 36, dan tipe 45. Sedangkan untuk kelas menengah ke atas hunian yang diminati yaitu tipe 63, tipe 140, tipe 145, dan tipe 355 dengan harganya yang mencapai Rp4,3 miliar.
Untuk fasilitas yang menjadi daya tarik dan dicari pembeli saat ini adalah danau buatan di BSB, kolam renang, resto, sport club, dan segway.
"Peminat BSB City tidak hanya dari wilayah Semarang saja tetapi ada juga dari luar kota seperti Jakarta dan Jepara," katanya.
Senada, salah satu marketing Citra Grand Aditya yang ditemui pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa penjualan saat ini masih lesu tetapi pengaruhnya tidak begitu banyak.
Meski demikian, dibandingkan dengan ekspo sebelumnya ada sedikit peningkatan penjualan. Kondisi tersebut terjadi karena pascalebaran minat pembeli sudah mulai tinggi.
"Yang menjadi daya tarik tersendiri adalah Citra Grand merupakan hunian bagi keluarga yang mencari ketenangan serta kenyamanan, ditambah 'view hills' Kota Semarang menjadikan salah satu daya tarik bagi pembeli yang ingin tinggal di lingkungan yang asri," tutupnya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Kliwon
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
