
Empat Nelayan Hilang di Perairan Selatan Jateng
Kamis, 4 Juni 2015 15:34 WIB

"Berdasarkan laporan dari Pak Drajat selaku Ketua RT 02 RW 04 Kelurahan Cilacap, keempat nelayan itu berangkat melaut pada hari Rabu (3/6), pukul 03.30 WIB, dengan menggunakan perahu Amar Jaya dan pencarian ikan di seputaran perairan Cimiring, Pulau Nusakambangan, hingga Srandil, Adipala," kata salah seorang relawan RAPI Rescue Cilacap, Suwandi.
Ia mengatakan bahwa keempat nelayan itu direncanakan akan kembali ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sentolo Kawat pada Rabu (3/6) pukul 13.00 WIB.
Akan tetapi hingga pukul 00.00 WIB, kata dia, keempat nelayan itu belum tiba di TPI Sentolo Kawat sehingga kejadian itu dilaporkan ke Badan "Search and Rescue" Nasional (Basarnas) Pos SAR Cilacap dan informasikan ke seluruh potensi SAR di Cilacap termasuk RAPI Rescue.
"Upaya pencarian terhadap empat nelayan itu terkendala gelombang tinggi sehingga tim SAR gabungan melakukan pencarian melalui jalur darat," katanya.
Dalam kesempatan terpisah, Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap Mulwahyono mengatakan bahwa upaya pencarian terhadap empat nelayan yang dilaporkan hilang sampai Kamis siang masih nihil karena perahu mereka tidak dilengkapi alat komunikasi.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga mengalami keterbatasan peralatan sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan pencarian karena gelombang cukup tinggi mencapai kisaran 3-5 meter.
Bahkan, lanjut dia, SAR nelayan Pandanarang yang mahir melawan gelombang tinggi pun menyarankan agar tidak melakukan pencarian melalui jalur laut.
Terkait hal itu, dia mengatakan bahwa pihaknya melakukan pencarian melalui jalur darat dengan mengerahkan 15 personel Basarnas dan relawan.
"Tadi pagi mereka sudah berada di selatan Nusakambangan, lima orang menyisir Pantai Karangbandung, lima orang di Pantai Selok Pipa, dan lima orang di Kali Tengah," katanya.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
