Logo Header Antaranews Jateng

Rencana Lima Hari Sekolah, PKS Minta Dikaji

Kamis, 14 Mei 2015 21:22 WIB
Image Print
Ilustrasi (ANTARA Foto/Adiwinata Solihin)

"Uji coba program lima hari sekolah juga harus dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan kondisi pada masing-masing sekolah karena kondisi sekolah di Kota Semarang dengan sekolah di pelosok kabupaten itu berbeda," kata Ketua Fraksi PKS DPRD Jateng Karsono di Semarang, Kamis.

Menurut dia, kajian terhadap rencana penerapan program lima hari sekolah harus mewakili masyarakat secara menyeluruh, tidak hanya segelintir kelompok atau sekolah.

"'Sampel uji coba jangan hanya dari segelintir sekolah yang bisa jadi mewakili masyarakat," ujarnya.

Karsono juga mempertanyakan mengenai waktu pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler oleh para pelajar jika program lima hari sekolah jadi diterapkan.

"Kalau kegiatan belajar mengajarnya hingga sore, terus ekstrakurikulernya kapan? Dan jika ekstrakurikulernya Sabtu, maka para pelajar sama saja bersekolah selama enam hari," katanya.

Ia mengingatkan bahwa pada dasarnya sekolah merupakan tempat para pelajar dididik, tidak hanya secara kognitif tapi juga kemampuan lain.

"Selama ini ekstrakurikuler menjadi tempat anak mendapatkan kematangan psikologis, berorganisasi, dan bersosialisasi di ranah yang diminati," ujarnya.

Bagaimanapun juga, kata dia, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah harus melakukan kajian yang matang sebelum menerapkan program lima hari sekolah agar bisa meningkatkan kualitas pendidikan di provinsi setempat.

Wakil Ketua DPRD Jateng Ahmadi mengharapkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersedia memperhatikan masukan dari berbagai kelompok masyarakat, baik dari kalangan pendidikan atau bukan.

"Kendati demikian, upaya memajukan dunia pendidikan ini tidak hanya dilihat dari sisi regulasinya saja tapi juga aspek lain seperti sarana dan prasarana pendidikan, apakah sudah beres serta merata," katanya.

Seperti diwartakan, Pemprov Jateng segera melakukan uji coba penerapan program waktu belajar selama lima hari sekolah dalam sepekan di jenjang sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, dan sekolah luar biasa.

"Setelah melakukan kajian, kami akan melakukan uji coba di tiga jenjang pada tahun ajaran baru mendatang," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Terkait dengan rencana uji coba lima hari sekolah di Jateng tersebut, Ganjar berencana menyurati bupati dan wali kota di 35 kabupaten/kota karena pengelolaan sekolah menjadi wewenang masing-masing pemerintah daerah.

"Penerapan program waktu belajar selama lima hari sekolah dalam sepekan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pertemuan dengan orang tua masing-masing," ujarnya.

Menurut Ganjar, setiap orang tua harus memperhatikan kualitas pertemuan dengan anak-anaknya di luar jam sekolah sehingga komunikasi antarkeluarga dapat berjalan baik.



Pewarta:
Editor: Zuhdiar Laeis
COPYRIGHT © ANTARA 2026