Logo Header Antaranews Jateng

Petani Pekalongan Kesulitan Peroleh Urea

Rabu, 15 April 2015 22:13 WIB
Image Print


Petani Desa Doro Kabupaten Pekalongan, Tardi di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa sekitar sepekan terakhir ini pupuk sulit diperoleh sehingga para petani terpaksa membiarkan tanaman padi yang masih berumur sekitar 15 hari hingga sebulan hanya dibiarkan saja tanpa pemupukan.

"Sepekan terakhir ini, pupuk urea sulit diperoleh padahal sekarang tanaman padi memasuki proses pemupukan," katanya.

Ia mengatakan kelangkaan pupuk di pasaran dipastikan akan kian menyulitkan petani untuk mendukung swasembada pangan yang dicanangkan oleh pemerintah daerah setempat.

"Bagaimana kami akan bisa meningkatkan produksi beras jika pada saat petani membutuhkan pupuk sulit diperoleh. Tentunya, produksi padi akan meningkat jika didukung tanaman padi bisa tumbuh dengan subur," katanya.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan (DPPK) Kabupaten Pekalongan, Sumarmo mengatakan sebenarnya persediaan pupuk masih relatif tersedia mencukupi kebutuhan petani terhadap tanaman padi.

"Stok pupuk masih relatif cukup dan tidak terjadi kelangkaan bahan penyubur tanaman padi itu sehingga petani tidak perlu cemas," katanya.

Menurut dia, pemkab secara rutin memantau ketersediaan pupuk di pasaran dengan melakukan pemeriksaan ketersediaan pupuk pada toko penyedia barang penyubur tanaman itu.

Hanya saja, kata dia, berdasarkan peraturan terbaru disebutkan pupuk tidak lagi bisa dijual secara sembarangan di pasaran tetapi hanya dijual pada toko atau kios penyedia pupuk.

"Kami sudah mengecek di lapangan, tidak ada kelangkaan pupuk. Kemungkinan petani belum tahu ada aturan baru itu sehingga mereka yang biasanya membeli pupuk di pasaran tidak bisa menemukannya lagi padahal stok ada tetapi dijual di tempat yang khusus penyedia pupuk," katanya.***3***



Pewarta:
Editor: Wisnu Adhi Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026